ART yang Siksa Anak di Uber Pernah Terlibat Kasus Serupa di Tempat Kerja Sebelumnya

Ternyata ART yang laluman kekerasan pada anak majikan di Ujungberung pernah terlibat kasus kekerasa di tempat kerja sebelumnya.

ART yang Siksa Anak di Uber Pernah Terlibat Kasus Serupa di Tempat Kerja Sebelumnya
ART yang lakukan kekerasan pada anak majikan di Ujungberung.

INILAHKORAN, Bandung - Setelah video sang anak yang disiksa oleh asisten rumah tangga (ART)-nya di Ujung Berung (Uber), Bandung, viral, orang tua kini beri kejelasan.

Melalui akun Instagram @fikri.fm sebagai orang tua korban, dia mengungkap identitas pelaku yang telah memukul anaknya tersebut.

Tidak hanya itu, Fikri menjelaskan bahwa pihak keluarga tidak akan melaporkan kejadian kekerasan tersebut pada pihak berwajib.

Hal ini dilakukan dikarenakan sang pelaku memiliki keluarga hingga cukup dengan mendapatkan sanksi sosial saja.

"Tadinya saya ga akan up video ini, namun sampai detik ini saya tidak ridho, MANUSIA INI berkeliatan di Kota Bandung dll," tulis Fikri pada unggahan story Instagramnya, Senin, 16 Februari 2026.

"Saya sudah berhentikan dia dan tadinya mau saya proses hukum, namun pertimbangan dia punya keluarga dan sebagainya jadi, saya urungka itu," tuturnya.

Dia melanjutkan, "namun sanksi sosial menurut saya jauh lebih relevan sehingga dia akan sulit diterima dimanapun, apabila bekerja sebagai ART dan memegang anak."

Fikri mengungkap identitas pelaku sebagai Risma Rusiana yang berasal dari Sumedang, Jawa Barat, dan di KTP nya beralamatkan dari Sukabumi, Pelabuhan Ratu.

"Nitip buat siapapun yang memiliki anak kecil dan mencari ART, JANGAN PERNAH MAU TERIMA MANUSIA INI."

Tidak sampai disitu, Fikri juga menyelidiki latar belakang pekerjaan mantan ART-nya tersebut yang mana dia juga dikeluarkan dari tempat kerja sebelumnya karena kasus serupa.

Bukan hanya sekali, ART tersebut juga diketahui sudah berkali-kali melakukan kekerasan pada sang korban.

"Dari awal dia melakukan kekerasan pun saya sudah meminta dia untuk lebih sayang kepada anak saya, dan JAWABANNYA SELALU MANIS.

Dan ya nyari ART cukup sulit juga, jadi masih kami tolerir, tapi setelah kejadian ini, SAYA TIDAK BISA MEMAAFKANNYA LAGI," tulis Fikri.***


Editor : Irma Nurfajri