Arus Mudik Lebaran 2026, Dishub Kabupaten Cirebon Dirikan 10 Pos Pengamanan

Pada Arus Mudik Lebaran 2026 ini, Dishub Kabupaten Cirebon akan mendirikan 10 pos pengamanan. 

Arus Mudik Lebaran 2026, Dishub Kabupaten Cirebon Dirikan 10 Pos Pengamanan
Kepala Dishub Kabupaten Cirebon Dadang Raiman  mengatakan, persiapan pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026 itu telah dilakukan melalui rapat koordinasi lintas instansi. (maman suharman)

INILAHKORAN.ID - Pada Arus Mudik Lebaran 2026 ini, Dishub Kabupaten Cirebon akan mendirikan 10 pos pengamanan

Kepala Dishub Kabupaten Cirebon Dadang Raiman  mengatakan, persiapan pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026 itu telah dilakukan melalui rapat koordinasi lintas instansi.

“Selama Arus Mudik Lebaran 2026, kami rencanakan mendirikan 10 pos pengamanan di titik jalur utama. Setiap pos dibagi dua sif dengan total 62 personel,” ujar Dani, Rabu 4 Maret 2026.

Adapun 10 titik pos pengamanan tersebut meliputi Pos Pam Perbatasan Losari-Brebes, Pos Perbatasan Susukan Bunder, GT Tol Command Center 118 Cipali, Pos traffic light Perempatan Palimanan, Pos Ramayana Weru, Pos traffic light Plered, Pos Pertigaan Pilang Kedawung, Pos Jalan Baru Ciperna, Pos Pam Rest Area 207, dan Pos Pam Pasar Cipeujeuh.

Menurutnya, selain personel Dishub juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk menunjang kelancaran lalu lintas. 

Perlengkapan yang disiagakan antara lain 22 rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ), 100 unit water barrier, 200 traffic cone, serta tiga unit mobil penerangan jalan umum (PJU).

“Kami mulai menyiapkan rambu penunjuk arah menuju Jawa Tengah dan Kuningan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan,” ungkapnya.

Menurut Dadang, berdasarkan perkiraan nasional jumlah pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,91 juta jiwa. Ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 150 juta jiwa.

"Secara nasional, tujuan pemudik terbanyak diperkirakan menuju Jawa Tengah sebanyak 38,71 juta jiwa, disusul Jawa Timur 27,29 juta jiwa dan Jawa Barat 25,09 juta jiwa," Paparnya.

Dia menambahkan, kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada tingginya arus lalu lintas di wilayah Cirebon yang menjadi daerah perlintasan strategis jalur Pantura dan tol Cipali. 

Dishub memastikan koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait akan terus dilakukan hingga puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026.


Editor : Doni Ramdhani