Asap Kebakaran Hutan Ancam Paru hingga Otak, Ini Dampak dan Cara Melindungi Diri
Asap kebakaran hutan mengandung partikel PM2.5 yang dapat merusak paru-paru, jantung, hingga otak. Ketahui dampak dan cara melindungi diri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-asap kebakaran hutan kini menjadi ancaman kesehatan yang semakin serius. Tidak hanya berdampak di sekitar lokasi kebakaran, asap dapat terbawa angin hingga ratusan kilometer dan menyelimuti kota-kota yang jauh dari titik api.
Paparan asap kebakaran hutan bukan sekadar menyebabkan mata perih atau batuk. Kandungan partikel halus dan gas beracun di dalamnya dapat meningkatkan risiko gangguan pada berbagai organ tubuh, terutama jika terpapar berulang atau dalam waktu lama.
Mengapa asap kebakaran hutan Berbahaya?
asap kebakaran hutan mengandung berbagai zat berbahaya, seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida, senyawa organik volatil, serta partikel halus PM2.5 yang berukuran sekitar 2,5 mikrometer atau sekitar 30 kali lebih kecil dari diameter sehelai rambut manusia.
Karena ukurannya sangat kecil, partikel PM2.5 dapat mencapai bagian terdalam paru-paru (alveoli). Sebagian partikel bahkan dapat masuk ke aliran darah sehingga memicu peradangan di berbagai organ tubuh.
1. Merusak Paru-paru dan Saluran Pernapasan
Paparan PM2.5 dapat mengiritasi saluran napas, menyebabkan batuk, sesak napas, dan memperburuk penyakit seperti asma maupun Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Pada paparan yang tinggi atau berkepanjangan, fungsi paru dapat menurun sehingga kemampuan tubuh menyerap oksigen menjadi terganggu.
2. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Partikel polusi juga dapat memicu peradangan pada pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan memperberat kerja jantung.
Sejumlah penelitian menunjukkan paparan asap kebakaran hutan berkaitan dengan meningkatnya risiko serangan jantung, stroke, serta gangguan irama jantung (aritmia), terutama pada kelompok yang telah memiliki penyakit kardiovaskular.
3. Berpotensi Memengaruhi Ginjal, Hati, dan Otak
Penelitian menunjukkan partikel halus dari polusi udara dapat memicu respons peradangan sistemik yang memengaruhi berbagai organ, termasuk ginjal, hati, dan otak.
Meski mekanismenya masih terus diteliti, paparan jangka panjang diduga berkontribusi terhadap penurunan fungsi organ serta gangguan kemampuan kognitif pada sebagian orang.
4. Menurunkan Daya Tahan Tubuh
Paparan polusi udara akibat kebakaran hutan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan.
Peradangan yang terjadi dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh sehingga seseorang menjadi lebih rentan terserang flu maupun penyakit infeksi lainnya.
Racun Bertambah Saat Permukiman Ikut Terbakar
Kebakaran hutan yang merambat ke kawasan permukiman dapat menghasilkan campuran polutan yang lebih kompleks.
Selain asap dari vegetasi, pembakaran bahan bangunan, plastik, furnitur, karpet, hingga perangkat elektronik dapat melepaskan berbagai senyawa kimia beracun yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Cara Melindungi Diri dari asap kebakaran hutan
Untuk mengurangi risiko paparan asap, lakukan beberapa langkah berikut:
1. Tetap berada di dalam ruangan saat kualitas udara memburuk.
2. Tutup rapat pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap.
3. Gunakan air purifier dengan filter HEPA jika tersedia.
4. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker N95 atau respirator setara yang terpasang dengan baik di wajah.
5. Kurangi aktivitas yang dapat menambah polusi di dalam rumah, seperti merokok atau menggoreng makanan saat kualitas udara sedang buruk.
6. Pantau indeks kualitas udara (AQI) sebelum melakukan aktivitas luar ruangan.
Kelompok yang paling rentan terhadap dampak asap kebakaran hutan meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit jantung, serta orang dengan gangguan pernapasan seperti asma dan PPOK.***
Editor : JakaPermana


