WMO Peringatkan Polusi Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Ancam Kesehatan
WMO memperingatkan polusi akibat kebakaran hutan dan gelombang panas makin mengancam kualitas udara, kesehatan manusia, dan ekosistem.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan meningkatnya polusi akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas berisiko menghambat upaya global untuk memperbaiki Kualitas Udara serta melindungi Kesehatan manusia dan ekosistem.
Peringatan tersebut disampaikan WMO pada Senin (7/9) melalui Buletin Kualitas Udara dan Iklim tahunannya.
Dalam laporan tersebut, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menyoroti keterkaitan erat antara Perubahan Iklim dan Polusi Udara. WMO juga menyerukan kebijakan terpadu untuk mengatasi kedua persoalan tersebut.
Asap Kebakaran Ekstrem Meningkat Tiga Kali Lipat
WMO menyebut kejadian asap kebakaran ekstrem telah meningkat tiga kali lipat secara global sejak 1990-an.
Laporan tersebut mengutip sebuah studi yang memperkirakan paparan asap kebakaran berkontribusi terhadap hampir 100.000 kematian tambahan setiap tahun pada periode 2010 hingga 2018.
WMO juga memperingatkan bahwa model risiko konvensional berpotensi meremehkan angka kematian akibat Kebakaran Hutan hingga 93 persen.
Hal tersebut terjadi karena model tersebut dinilai belum memperhitungkan secara memadai tingkat toksisitas yang lebih tinggi dari partikel halus atau PM2.5 yang dihasilkan oleh kebakaran.
"Memenuhi pedoman Kualitas Udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menjadi semakin sulit, mengingat cuaca ekstrem yang memicu kebakaran diperkirakan akan meningkat di masa depan," menurut buletin tersebut.
Gelombang Panas Perparah Polusi Ozon
Selain Kebakaran Hutan, Gelombang Panas juga disebut memperburuk polusi ozon di permukaan tanah.
Suhu yang lebih tinggi, kondisi udara yang tidak bergerak, serta paparan sinar matahari yang terik dapat memicu pembentukan ozon di permukaan tanah.
Menurut WMO, risiko Kesehatan yang berkaitan dengan paparan ozon diperkirakan akan meningkat seiring memburuknya kondisi tersebut.
Peningkatan risiko itu bahkan berpotensi menyebabkan puluhan ribu kematian dini tambahan.
WMO Dorong Pemantauan Polutan
Untuk menghadapi ancaman tersebut, WMO menyerukan peningkatan pemantauan terhadap berbagai jenis polutan di atmosfer.
Pemantauan tidak hanya perlu berfokus pada polutan yang selama ini menjadi perhatian utama, tetapi juga mencakup karbon hitam dan mikroplastik di atmosfer.
WMO menilai pemantauan Kualitas Udara yang lebih komprehensif penting untuk memahami hubungan antara Perubahan Iklim, Polusi Udara, Kesehatan manusia, dan kondisi ekosistem.***
Editor : JakaPermana

