Asep Ismail Bakal Masuk Bursa Calon Bupati, Begini Tanggapan Kepala Kantor Kemenag KBB 

Kepala Kantor Kemenag KBB Asep Ismail disebut-sebut menjadi salah satu calon yang bakal masuk bursa calon Bupati Bandung Barat.

Asep Ismail Bakal Masuk Bursa Calon Bupati, Begini Tanggapan Kepala Kantor Kemenag KBB 
Nama Asep Ismail kerap dikait-kaitkan dengan sejumlah partai politik dalam menghadapi perhelatan Pilkada KBB 2024. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Kepala Kantor Kemenag KBB Asep Ismail disebut-sebut menjadi salah satu calon yang bakal masuk bursa calon Bupati Bandung Barat.

Hal itu ditengarai lantaran nama Asep Ismail yang kerap dikait-kaitkan dengan sejumlah partai politik dalam menghadapi perhelatan Pilkada KBB 2024.

Selain itu, sejumlah parpol juga mengakui jika nama Kepala Kemenag KBB tersebut menjadi salah satu figur yang masuk dalam radar mereka lantaran nama Asep Ismail cukup dikenal.

Tak hanya itu, dia diyakini memiliki kekuatan massa karena kedekatannya dengan tokoh agama dan kalangan pesantren.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Asep Ismail mengaku tidak mengetahui sejauh mana dinamika politik yang tengah terjadi di KBB, mengingat dirinya masih tercatat sebagai ASN yang terikat dengan aturan dan norma yang harus dikedepankan. 

"Sampai sekarang saya masih ASN jadi tidak mengetahui dinamika perpolitikan. Fokus kepada pekerjaan dan aturan yang berlaku sebagai ASN," katanya kepada wartawan.

Kemudian, saat ditanya apakah sudah ada partai politik yang mendekatinya, ia pun kembali mengulangi jika dirinya masih seorang ASN.

Menurutnya, jika ada informasi di masyarakat seperti apa, itu tergantung bagaimana orang menilai dengan pikirannya masing-masing. 

"Saya baru akan pensiun bulan Mei 2023 nanti, setelah itu bagaimana nanti," tutupnya.

Seperti diketahui, ada sejumlah figur yang dianggap layak maju dan digadang-gadang bakal masuk pada Pilkada KBB dan berasal dari berbagai latar belakang profesi. 

Beberapa diantaranya, seperti anggota DPRD Jabar dari Golkar Edi Rusyandi; mantan Wakil Bupati KBB Ernawan Natasaputra dan Yayat T Soemitra. Kemudian Ketua DPD Golkar KBB Dadan Supardan; anggota DPRD Jabar dari PKS Aep Nurdin, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, serta Bupati KBB saat ini Hengki Kurniawan.

Terpisah, Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Sidha 
menilai, banyaknya nama-nama figur yang beredar pastinya merupakan suara-suara dari bawah (masyarakat).

"Hal itu kemudian ditangkap oleh partai politik sebagai salah satu pintu peluang dalam mencari figur pemimpin kepala daerah," ujarnya.

Dengan begitu, jelas dia, tidak mengherankan jika satu nama yang sama bisa muncul dan menjadi bidikan dari beberapa partai yang berbeda. 

"Itu adalah hal yang wajar karena bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga terjadi di tingkat nasional," jelasnya.

Pada akhirnya, sambung dia, parpol akan menyerahkan kepada mekanisme di masing-masing partai sehingga mengerucut nama yang akan diusung. 

"Saya melihat munculnya fenomena tokoh-tokoh senior yang sudah pernah manggung di KBB bukan hal yang mengagetkan, terlebih banyak di antara mereka yang masih memiliki loyalis pendukung setianya," ucapnya. 

Kendati demikian, tambah dia, dengan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 nanti dimana pelaksanaan Pileg dihelat lebih dulu dari Pilkada, maka hasil setiap parpol di Pileg juga akan jadi pertimbangan dalam menentukan figur untuk bertarung di Pilkada. 

"Parpol bisa saja melakukan testing water, memunculkan nama-nama untuk menarik dan meraih simpati publik," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani