ASUS ExpertBook Ultra Bidik Takhta Laptop Bisnis Premium
ASUS menghadirkan ExpertBook Ultra sebagai laptop bisnis flagship terbaru yang dirancang untuk kalangan eksekutif, profesional hingga perusahaan berskala besar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Persaingan di segmen laptop bisnis premium semakin ketat, seiring meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap perangkat komputasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman, ringan, dan siap menghadapi era kecerdasan buatan (AI).
Menjawab kebutuhan tersebut, ASUS menghadirkan ExpertBook Ultra sebagai laptop bisnis flagship terbaru yang dirancang untuk kalangan eksekutif, profesional, hingga perusahaan berskala besar. Perangkat ini mengandalkan kombinasi performa AI, keamanan kelas enterprise, serta mobilitas tinggi dalam satu paket ultra-portabel.
ASUS menempatkan ExpertBook Ultra untuk bersaing langsung dengan sejumlah laptop bisnis premium yang lebih dulu hadir di pasar, seperti Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, hingga Apple MacBook Air M4.
“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” ujar Commercial Director ASUS Indonesia Eric Khoven, Rabu (19/8/2026).
Menurut Eric, langkah ASUS menghadirkan prosesor terbaru dengan kemampuan AI hingga 50 TOPS menjadi pembeda dibanding sejumlah perangkat kompetitor yang masih mengandalkan Intel Core Ultra 7 Series 2 dengan performa NPU hingga 48 TOPS.
Kemampuan tersebut memungkinkan laptop menjalankan berbagai aktivitas produktivitas berat secara bersamaan, mulai dari konferensi video, pengolahan data skala besar, hingga penyusunan dokumen presentasi tanpa hambatan berarti.
“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah. Saat mengaktifkan notulen otomatis berbasis AI, efisiensi chip yang digunakan juga sangat terasa,” paparnya.
Tak hanya mengandalkan kekuatan prosesor, ASUS juga menyematkan fitur AI ExpertMeet yang memproses transkripsi, penerjemahan bahasa, hingga optimalisasi kamera secara lokal melalui NPU.
Pendekatan ini diklaim mampu menjaga performa tetap stabil, sekaligus menghemat konsumsi daya.
Selain itu, ASUS menghadirkan Zenni Claw yang memungkinkan implementasi agentic AI secara lokal maupun berbasis cloud melalui integrasi dengan Anthropic, OpenAI, dan Google Gemini.
Di sektor visual, ExpertBook Ultra membawa layar Tandem OLED 14 inci beresolusi 3K dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1.400 nits. Teknologi tersebut dirancang untuk menjaga visibilitas layar tetap optimal saat digunakan di lingkungan dengan pencahayaan tinggi.
“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung. ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1400 nits,” katanya.
ASUS mengklaim, teknologi Tandem OLED tidak hanya meningkatkan tingkat kecerahan, tetapi juga memperpanjang usia panel sekaligus mengurangi risiko burn-in yang selama ini menjadi tantangan pada layar OLED konvensional.
“Keberanian ASUS membawa teknologi Tandem OLED ke dalam segmen laptop kerja merupakan lompatan industri yang masif. Teknologi ini tidak hanya menggandakan kecerahan tetapi juga memperpanjang usia pakai panel secara drastis dari risiko burn-in yang sering menghantui layar OLED konvensional,” sebut Eric.
Selain performa dan kualitas layar, ASUS menonjolkan aspek durabilitas. ExpertBook Ultra hadir dengan bobot sekitar 1,1 kilogram dan menggunakan sasis premium berbahan magnesium-aluminium yang telah mengantongi sertifikasi militer MIL-STD 810H.
Perangkat ini diklaim mampu menahan tekanan hingga 100 kilogram, sehingga lebih aman saat dibawa bepergian dalam tas kerja yang penuh dokumen maupun perlengkapan lainnya.
“Dari pengalaman, banyak laptop yang mengalami kerusakan bukan akibat terjatuh atau terinjak, melainkan akibat dimasukkan ke dalam tas yang padat," ujarnya.
Dari sisi keamanan, ASUS membekali ExpertBook Ultra dengan sistem ASUS ExpertGuardian yang telah memenuhi standar NIST Level-4. Teknologi tersebut mencakup perlindungan BIOS berlapis, TPM 2.0, Microsoft Pluton, hingga enkripsi perangkat keras untuk menjaga keamanan data perusahaan.
“Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain,” tuturnya.
Laptop ini juga menawarkan RAM hingga 64 GB LPDDR5x, penyimpanan SSD PCIe Gen 5 hingga 2 TB, konektivitas WiFi 7, baterai 70 Wh dengan daya tahan hingga 26 jam, serta sistem audio enam speaker yang mendukung Dolby Atmos.
Dengan kombinasi performa AI, layar generasi terbaru, keamanan tingkat enterprise, dan desain ultra-ringan, ASUS menargetkan ExpertBook Ultra menjadi standar baru di segmen laptop bisnis premium yang semakin mengandalkan komputasi berbasis AI di masa depan.
Editor : Doni Ramdhani

