Atasi Krisis Lampu Jalan, DPRD Kota Bandung Dorong Skema KPBU
Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU), dan penerangan jalan lingkungan (PJL) di Kota Bandung terus meningkat seiring pertumbuhan wilayah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU), dan penerangan jalan lingkungan (PJL) di Kota Bandung terus meningkat seiring pertumbuhan wilayah.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama mengatakan, pembangunan PJU tidak bisa terus-menerus bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang terbatas.
“Karena itu, kami dorong solusi kreatif seperti skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Pembangunan infrastruktur tidak bisa hanya mengandalkan dana pemerintah, perlu kolaborasi dengan sektor swasta,” kata Aan Andi Purnama, Jumat 25 Juli 2025.
Dijelaskan ia, KPBU adalah mekanisme kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta dalam menyediakan infrastruktur publik. Dengan skema ini, pembangunan dan perawatan lampu jalan diharapkan bisa berjalan lebih cepat dan merata.
Aan menambahkan, permintaan pemasangan PJU masih tinggi. Terutama di kawasan pemukiman baru, dan jalan lingkungan yang minim penerangan. Namun tidak semua bisa langsung dipenuhi karena adanya prioritas dan keterbatasan fiskal.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bandung, Panji Kharismadi mengatakan, pencurian komponen lampu seperti kabel tembaga dan kontaktor juga menambah beban biaya perawatan.
“Kami tidak hanya menghadapi masalah pendanaan, tapi juga kerusakan akibat pencurian. Padahal, ini semua dibangun dengan dana masyarakat,” kata Panji Kharismadi.
Ia menjelaskan, distribusi PJU dilakukan secara bertahap. Wilayah pinggiran seperti Cibiru, Cijerah dan Ujungberung menjadi bagian dari prioritas distribusi.
Panji berharap, skema KPBU bisa segera diwujudkan agar pembangunan PJU tidak bergantung sepenuhnya pada kemampuan fiskal daerah. “Kita butuh percepatan. Jika bisa dikerjasamakan dengan swasta, maka pelayanan kepada masyarakat juga bisa lebih optimal,” ucapnya. ***
Editor : JakaPermana


