Atasi Masalah Sosial di Jabar, Dinsos Gandeng LKS dan Dunia Usaha
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan, perlu adanya kolaborasi dengan pihak lain untuk mengatasi permasalahan sosial di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan, perlu adanya kolaborasi dengan pihak lain untuk mengatasi permasalahan sosial di Jabar. Di mana saat ini pihaknya baru dapat mengatasi sekitar 20 persen saja.
Karena itu, pihaknya akan menghimpun Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) seperti lembaga kesejahteraan sosial maupun kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan mulai 2020 mendatang. Dodo menyampaikan, hal ini dilakukan guna memeratakan bantuan penanganan sosial yang selama ini masih kurang namun di sisi lain ada pihak yang malah kebanyakan menerima bantuan sosial.
"Kami ingin melakukan kolaborasi dengan dunia usaha ini untuk mengatasi masalah sosial di Jabar," ujar Dodo dalam Coffee Morning Dinas Sosial Jabar bersama beberapa Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan dunia usaha di Jabar di kantor Dinsos Jabar, Jalan Amir Machmud, Cimahi, Rabu (16/10/2019).
Saat ini, di Jabar terdapat 2.600 LKS dan juga 8.858 perusahaan yang kerap mengucurkan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Jumlah tersebut jika dikumpulkan dan dikelola dengan baik diyakini akan berkontribusi dalam menyejahterakan masyarakat Jabar.
Dinsos sendiri akan menyiapkan data dan pemetaan permasalahan sosial di Jabar. Misalnya, mengenai angka pemetaan penyandang disabilitas yang membutuhkan kursi roda dan yang dapat dilatih oleh dunia usaha.
"Berapa orang yang bisa bekerja, berapa keluarga miskin yang bisa diberdayakan, nah ini akan kita petakan termasuk rumah layak huni dan kita petakan bersama," imbuh dia. Dodo menilai, dengan melakukan sinergi, inovasi dan kolaborasi, maka permasalahan sosial di Jabar akan teratasi. Dengan begitu, otomatis kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat.
Lanjut dia, sebelum adanya forum, selama ini LKS maupun dunia usaha masing-masing menyalurkan bantuannya. "Kalau masing-masing ya ada yang kebagian dan ada yang tidak, ada yang banyak dan kurang. Dengan adanya forum kita dengarkan potensi mereka apa, kami sampaikan masalah yang saat ini terjadi. Selanjutnya kita tinggal fasilitasi dan sebagai mediator," kata dia.
Dodo memastikan, usai kegiatan rintisan forum PSKS tini pihaknya akan segera membentuk forum PSKS atau Klinik PSKS. Forum ini akan menjadi media atau wadah agar sejumlah LKS dan Dunia Usaha untuk mengomunikasikan permasalahan sosial yang ada di Jabar.
"Mereka bisa ketemu mereka berkomunikasi ini permulaan berikutnya akan agendakan lagi membahas masalah dalam waktu tiga bulan sekali, nanti 2020 akan ada bagaimana pembagian tugas sehingga ada pemerataan baik pemerataan beban potensi dan banyaknya masyarakat yang menerima," pungkas Dodo. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : suroprapanca

