Awal Puasa Banjir Rendam Desa Karangligar Karawang, 910 Warga Terdampak

Sebanyak 910 jiwa dari 346 KK di Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat kembali kebanjiran. Warga berharap banjir segera surut.

Awal Puasa Banjir Rendam Desa Karangligar Karawang, 910 Warga Terdampak
Sebanyak 910 jiwa dari 346 KK di Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat kembali kebanjiran. Warga berharap banjir segera surut./istimewa

INILAHKORAN.ID- Sebanyak 910 jiwa dari 346 KK di Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat kembali kebanjiran. Warga berharap banjir segera surut, mereka khawatir kembali mengungsi. Apalagi saat awal Ramadan saat ini banjir hanya semakin membebani warga.

Berdasarkan pantauan,hujan yang turun selama tiga hari berturut turut membuat Desa Karangligar kembali banjir. Padahal warga belum lama pulang ke rumah dari pengungsian. Banjir kali ini membuat warga khawatir kembali mengungsi. “banjir lagi tapi warga tidak mengungsi dan memilih bertahan didalam rumah. Namun jika air tambah tinggi kami akan ngungsi. Jika itu terjadi Ini pertama kali kami ngungsi saat Ramadan,” kata tokoh masyarakat setempat, Asep Saepuloh, Jumat (20/2/26).

Menurut Asep warga Desa Karangligar kembali harus kebanjiran setelah selama tiga hari berturut - turut turun hujan. Padahal warga berharap hujan selesai karena masuk Ramadan. Namun banjir kembali terjadi dan merendam rumah warga di lima RT. “Saya dapat kabar dari petugas desa kalau banjir sudah merendam 5 RT. Kami berharap banjir segera surut dan warga bisa menjalankan puasa Ramadan dengan khusuk,” katanya.

Menurut Asep dari data yang diterima dari petugas desa sebanyak 910 jiwa dari 306 KK menjadi korban banjir. Selain itu sejumlah sarana ibadah dan sekolah juga kebanjiran. Warga lebih memilih pasrah dengan banjir kali ini karena tidak punya daya untuk menolak. Apalagi saat ini bersamaan dengan Ramadan semakin mempersulit warga.

“Kita mau gmana lagi cuma berharap banjir segera surut. Biar lancar jalankan puasa,” katanya.

Asep mengatakan jika air tidak surut warga akan kesulitan menjalankan puasa. Jika air tidak surut tapi malah  air meninggi warga terpaksa harus mengungsi lagi.  “Kami sudah lelah menghadapi banjir. Apalagi sekarang bertepatan dengan bulan puasa,” katanya.

Menurut Asep wacana pengungsian juga sudah dibicarakan oleh warga. Jika memang hujan tidak berhenti kemungkinan air banjir akan meninggi dan memaksanya untuk mengungsi. Warga bingung karena saat ini sedang puasa jadi tidak mau berharap banyak kedepannya mau seperti apa. “Kita tidak punya pilihan jadi ikut kebijakan pemerintah aja gmana nantinya,” katanya. ***


Editor : JakaPermana