Bacaan Salat Rasulullah, Kadang Panjang, Kadang Pendek

IBNUL Qayyim rahimahullahberkata, "Jika Nabi shallallahu alaihi wa sallam selesai dari membaca Al-Fatihah, beliau membaca surah lainnya. Kadang beliau baca bacaan yang panjang. Kadang beliau memperingannya karena maksud safar atau hajat lainnya. Kadang pula beliau membaca bacaan yang pertengahan (tidak terlalu panjang, tidak terlalu pendek). Yang terakhir inilah yang umumnya beliau lakukan." (Zaad Al-Maad, 1:202).

Bacaan Salat Rasulullah, Kadang Panjang, Kadang Pendek
Ilustrasi/Net

IBNUL Qayyim rahimahullahberkata, "Jika Nabi shallallahu alaihi wa sallam selesai dari membaca Al-Fatihah, beliau membaca surah lainnya. Kadang beliau baca bacaan yang panjang. Kadang beliau memperingannya karena maksud safar atau hajat lainnya. Kadang pula beliau membaca bacaan yang pertengahan (tidak terlalu panjang, tidak terlalu pendek). Yang terakhir inilah yang umumnya beliau lakukan." (Zaad Al-Maad, 1:202).

Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu anhu, ia berkata, "Seusai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallammelaksanakan shalat Ashar, salah seorang di antara kami pulang ke rumahnya yang terletak di pinggir kota Madinah dan saat itu matahari masih sangat panas terik. Beliau suka mengakhirkan shalat Isya, tidak menyukai tidur sebelumnya dan berbincang-bincang setelahnya. Beliau pulang dari shalat Shubuh saat seseorang dapat mengenali siapa yang duduk di sampingnya.

Beliau membaca sekitar 60 hingga 100 ayat Al-Quran pada shalat Shubuh." (HR. Bukhari, no. 547, 640)

Adapun dalil membaca surah yang panjang dan pendek seperti yang disebutkan tadi,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata, "Aku pernah shalat di belakang seseorang yang shalatnya mirip dengan shalat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallamdaripada yang lainnya. Kami shalat di belakangnya dan ia memanjangkan dua rakaat pertama dari shalat Zhuhur dan memperingan dua rakaat terakhirnya. Sedangkan shalat Ashar lebih diperingan dari shalat Zhuhur. Adapun shalat Maghrib dibacakan surah qishorul mufasshol. Pada shalat Isya dibacakan surah Asy-Syams dan yang semisal dengannya. Adapun shalat Shubuh dibacakan dua surah yang panjang." (HR. An-Nasai, no. 983. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Sumber: Inilah.com


Editor : Bsafaat