Badai Sritex Menjalar ke Kabupaten Bogor, Kadin Ingatkan soal UMK
Bangkrutnya industri garmen seperti Sritex di Solo, juga terjadi di Kabupaten Bogor. Kadin pun bersikap.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cibinong – Bangkrutnya industri garmen seperti sritex di Solo, juga terjadi di Kabupaten Bogor. Kadin pun bersikap.
sritex, salah satu industri garmen terbesar di Indonesia, dinyatakan pailit. Hal ini pun memunculkan heboh nasional. Di Kabupaten Bogor, dua pabrik garmen tutup dan hanya memunculkan riak lokal.
Tutupnya dua pabrik garmen di Kabupaten Bogor laksana sritex di Solo, mendapat perhatian dari kalangan pengusaha. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bogor mengambil langkah.
Mereka memandang perlu melakukan langkah antisipasi agar badai pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak meluas.
Bertempat di Graha Kadin, Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, mereka pun sepakat, memberikan masukan ke Pemkab Bogor agar kenaikan upah minimum kabupaten / kota (UMK) bisa terjaga sesuai iklim usaha.
“Kita harus berkomitmen dan kebijaksanaan bersama, baik pemerintah, pelaku usaha,” kata Ketua kadin kabupaten bogor, shinta dec checawaty kepada wartawan, Jumat 1 November 2024.
shinta dec checawaty menyebutkan Kadin, Apindo, serta serikat pekerja agar sama-sama mencari solusi bersama dan agar upah minimum kabupaten (UMK) di Kabupaten Bogor bisa terjaga.
Dengan UMK yang terjaga, Kadin dan apindo kabupaten bogor, tutur shinta dec checawaty, maka pabrik bisa beroperasional dengan normal.
“Yang kita hindari adalah UMK naik dan para pelaku usaha industri tidak sanggup untuk menjalankan usahanya, lalu pindah wilayah yang masih bisa terkejar angka UMK atau yang relatif cukup murah dibawah Kabupaten Bogor," tuturnya.***
Editor : Zulfirman

