Badut dari Cimahi Bawa Harapan Anak-anak Pengungsi Longsor Cisarua

Di halaman masjid yang dijadikan posko pengungsian korban longsor Cisarua. Suasana yang selama empat hari terakhir penuh dengan kesedihan dan kebosanan berubah

Badut dari Cimahi Bawa Harapan Anak-anak Pengungsi Longsor Cisarua
Raut wajah duka anak-anak yang menjadi korban longsor Cisarua pada Sabtu 24 Januari 2026 berubah menjadi tawa yang riang seketika dengan kedatangan seorang badut dari Cimahi. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Di halaman masjid yang dijadikan posko pengungsian korban longsor Cisarua. Suasana yang selama empat hari terakhir penuh dengan kesedihan dan kebosanan berubah drastis.

Raut wajah duka anak-anak yang menjadi korban longsor Cisarua pada Sabtu 24 Januari 2026 berubah menjadi tawa yang riang seketika dengan kedatangan seorang badut dari Cimahi.

Bencana longsor Cisarua dahsyat tersebut telah menewaskan setidaknya 34 orang dan membuat puluhan lainnya hilang.

Namun di tengah keprihatinan itu, sosok pria bertopi cokelat, berhidung merah, dengan bedak putih tebal, jas abu berpolet warna-warni dan dasi kuning cerah muncul sebagai sosok penyemangat.

Meski hujan rintik dan angin yang menusuk menemani aktivitas siang itu, kehadirannya berhasil menghangatkan suasana.

"Kita ingin memberikan motivasi bahwa banyak orang baik yang menyayangi mereka," ujar salah satu anggota Badut Cimahi dari Yayasan ABI, Henda yang menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing ini diberikan secara gratis.

Henda menjelaskan, antusiasme anak-anak sangat tinggi dan kehadirannya mampu membawa kebahagiaan di tengah kesulitan.

"Trauma healing ini penting untuk mengembalikan semangat anak-anak, bahkan menyatakan akan kembali jika dibutuhkan," ucapnya.

Sebanyak 70 anak terdampak bencana mendapatkan hiburan berupa nyanyian, permainan menarik, dan pembagian hadiah dari badut tersebut.

"Jadi kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk mendukung kesehatan mental dan emosional para korban cilik, mengingat dampak psikologis yang mungkin dialami setelah mengalami bencana yang menghancurkan rumah dan merenggut nyawa sanak keluarga," jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani