Bandung Bentuk 5 Kampung Siaga Bencana, Antisipasi Risiko Sesar Lembang

Pemkot Bandung membentuk lima Kampung Siaga Bencana untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman Sesar Lembang.

Bandung Bentuk 5 Kampung Siaga Bencana, Antisipasi Risiko Sesar Lembang
Kesiapsiagaan bencana diperkuat melalui pembentukan kampung siaga bencana di Kota Bandung. Lima wilayah, kini menjadi garda depan penanganan risiko bencana berbasis masyarakat.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana dengan membentuk lima Kampung Siaga Bencana (KSB) di sejumlah wilayah. Program berbasis masyarakat tersebut menjadi salah satu langkah mitigasi untuk meningkatkan kemampuan warga dalam menghadapi situasi darurat, khususnya ancaman bencana akibat aktivitas Sesar Lembang.

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengatakan pembentukan Kampung Siaga Bencana merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menekankan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.

"Pembentukan Kampung Siaga Bencana merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menekankan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan berbasis masyarakat," kata Yorisa, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, penguatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian besar wilayah Kota Bandung memiliki potensi terdampak aktivitas Sesar Lembang.

Berdasarkan hasil pemetaan, sekitar 62 persen wilayah kecamatan di Kota Bandung, atau 20 dari 30 kecamatan, berada di kawasan yang berpotensi terdampak apabila terjadi aktivitas sesar tersebut.

"Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana," ujarnya.

Yorisa menjelaskan, hingga saat ini Kampung Siaga Bencana telah dibentuk di lima kecamatan, yakni Mandalajati, Ujungberung, Cidadap, Sukasari, dan yang terbaru Kecamatan Coblong. Keberadaan kampung siaga diharapkan mampu mempercepat koordinasi dan respons ketika terjadi kondisi darurat.

"Hingga saat ini telah terbentuk lima Kampung Siaga Bencana di Kota Bandung yaitu di Kecamatan Mandalajati, Ujungberung, Cidadap, Sukasari dan kini Kecamatan Coblong," katanya.

Setiap Kampung Siaga Bencana dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti gardu sosial yang berfungsi sebagai pusat informasi dan koordinasi kebencanaan, serta lumbung sosial untuk menyimpan logistik darurat.

Selain itu, setiap lokasi juga diperkuat dengan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), sarana operasional, serta berbagai peralatan pendukung penanganan bencana. Kehadiran fasilitas dan sumber daya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan masyarakat sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana.

Yorisa berharap keberadaan Kampung Siaga Bencana dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen sosial lainnya dalam mengurangi risiko bencana di Kota Bandung.

"Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan berbagai pilar sosial dapat semakin memperkuat kesiapsiagaan dan memperkecil risiko bencana di Kota Bandung," tandasnya.***


Editor : JakaPermana