Bandung Kembangkan Wisata Religi Lintas Agama, Tempat Ibadah Bersejarah di Andir Jadi
Disbudpar Kota Bandung mendorong pengembangan wisata religi lintas agama dengan memanfaatkan tempat ibadah bersejarah dan cagar budaya, sekaligus mendukung pari
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kota Bandung memiliki potensi wisata religi yang tidak terbatas pada destinasi umat Muslim. Tempat ibadah bersejarah bagi umat Kristiani dan Konghucu di kawasan Andir menjadi bagian dari kekayaan budaya yang berpeluang dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan pengembangan wisata religi perlu mencakup seluruh umat beragama dengan memanfaatkan potensi sejarah, budaya, dan peninggalan cagar budaya yang dimiliki Kota Bandung.
“Di Kota Bandung, kita juga memiliki berbagai peninggalan cagar budaya dan tempat ibadah bersejarah bagi umat Kristiani maupun Konghucu seperti yang ada di kawasan Andir. Semua ini adalah kekayaan yang patut kita jaga dan kembangkan bersama,” kata Adi, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, tempat ibadah bersejarah dan peninggalan cagar budaya merupakan aset penting yang dapat memperkaya pilihan destinasi wisata di Kota Bandung. Selain menyimpan nilai sejarah, peninggalan tersebut mencerminkan keberagaman kehidupan masyarakat yang telah berkembang di Kota Bandung.
Pengembangan wisata religi lintas agama juga membuka peluang bagi wisatawan untuk mengenal sejarah dan kebudayaan berbagai komunitas. Dengan demikian, wisata religi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempelajari warisan sejarah dan budaya kota.
Di sisi lain, Disbudpar Kota Bandung turut mendukung pengembangan wisata halal atau pariwisata ramah Muslim yang sejalan dengan arah pengembangan pariwisata di Jawa Barat.
“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung senantiasa mendukung penuh pengembangan wisata halal, atau yang juga dikenal sebagai pariwisata ramah Muslim, sejalan dengan semangat yang didorong oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Adi menjelaskan, konsep pariwisata ramah Muslim tidak hanya mencakup perjalanan ibadah haji dan umrah. Konsep tersebut juga meliputi berbagai sektor lain, mulai dari kuliner bersertifikat halal hingga fesyen.
Perluasan sertifikasi halal ke berbagai sektor dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem halal sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata.
Menurut Adi, pengembangan wisata religi lintas agama dan pariwisata ramah Muslim dapat berjalan beriringan untuk memperkuat sektor pariwisata Kota Bandung.
Potensi sejarah, budaya, dan keberagaman agama menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata dengan tetap menghormati nilai-nilai yang melekat pada setiap tempat ibadah dan peninggalan budaya.
Editor : Ahmad Sayuti
