Korupsi DAK Cianjur, Sandinya Gula, Isinya Doku, Dibawa Pakai Kardus
Uang hasil pemotongan dari 137 kepala SMP di Cianjur yang menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan diberikan kepada Kadisdik Cianjur Cecep Sobandi dengan sandi 'gula'.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung – Uang hasil pemotongan dari 137 kepala SMP di Cianjur yang menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan diberikan kepada Kadisdik Cianjur Cecep Sobandi dengan sandi 'gula'.
Semua terungkap saat sopir Cecep, Dadang Danurhuda jadi saksi dalam sidang kasus sunat dana DAK Fisik 137 SMP di Cianjur dengan terdakwa Irvan Rivano dan kawan-kawan di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (20/5/2019).
Di persidangan Dadang mengaku awalnya saat itu dirinya didatangi terdakwa Rosidin dan seraya mengatakan ada titipan ‘gula’ buat bapak.
“Titipan ‘gula’ itu dibawa Rosidin dibungkus dengan kardus. Langsung saya terima dan masukan ke mobil," katanya.
Belum lama memacu kendaraannya, Dadang pun langsung dihampiri mobil KPK dan memberhentikannya. Saat itu penyidik langsung membawanya dan membuka bungkusan ‘gula’ yang ternyata berisi uang.
Dadang mengaku baru tahu titipan yang dikatakan ‘gula’ berisi uang setelah dibuka oleh penyidik KPK. Selama menjadi sopir Cecep, dirinya pun sempat beberapa kali menerima titipan yang sama dari beberapa kepala sekolah.
"Seingat saya pernah beberapa kali menerima titipan ‘gula’ dari kepala sekolah untuk Pak Cecep," ujarnya.
Kemudian JPU KPK membacakan salah satu keterangan saksi saat diperiksa KPK, yang intinya menerangkan dirinya pernah menerima titipan gula dari kepala sekolah saat kegiatan pembinaan di SMP Cidaun.
"Isinya tidak tahu apa, tapi sudah tertulis gula dalam bungkusnya," katanya.
Menurutnya, titipan gula yang pernah diterimanya dari kepala sekolah sudah dibungkus dus mie instan. Selain itu sebelum menerima titipan dari kepala sekolah dirinya sudah dikasih tahu oleh Cecep akan ada titipan gula, dan harus membawanya.
"Saya juga pernah mengantar Cecep, dan melihatnya mengantarkan bungkusan dalam kresek hitam ke pendopo," ujarnya. (ahmad sayuti)
Editor : Zulfirman


