INILAHKORAN, Ngamprah- Status PPKM Level 2 yang diterapkan di Kabupaten Bandung Barat tak lantas membuat destinasi wisata di wilayah Bandung Selatan dikunjungi banyak wisatawan seperti halnya di kawasan wisata Lembang.
Beberapa objek wisata di wilayah selatan yang masih sepi, di antaranya Curug Sawer, Curug Malela, Gua Pawon, Stone Garden, Indiana Camp, Pesona Tebing Masigit, Sanghyang Poek, Sanghyang Kenit, dan Sanghyang Heuleut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Heri Partomo mengatakan, angka kunjungan wisatawan masih sangat minim, bahkan kurang dari 25 persen kapasitas yang diperbolehkan.
"Salah faktor objek wisata di daerah selatan yang masih kalah pamor dengan objek wisata di Lembang, karena akses jalannya belum mendukung," katanya.
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak wisatawan yang cenderung memilih wisata ke Lembang. Salah satu alasannya lantaran akses jalan yang sudah baik dan banyak pilihan.
"Sementara untuk akses jalan ke selatan sebaliknya, selain karena masih belum bagus, rute alternatifnya juga masih terbatas," tuturnya.
Lebih lanjut ia menerangkan, belum semua objek wisata di selatan sudah dikenal dan ditata dengan baik. Kendatu sudah ada beberapa tempat yang sudah cukup dikenal, salah satunya Curug Malela.
Apalagi, tambah dia, dengan maraknya penggunaan media sosial, semakin mendongkrak keterkenalan wisata di selatan KBB.
"Sudah banyak wisatawan yang tahu beberapa objek wisata di selatan karena melihat dari instagram. Di YouTube juga banyak yang sudah mengulas sejumlah objek wisata di selatan," ucapnya.
Ia menilai, agar tingkat kunjungan objek wisata di daerah selatan bisa seimbang atau mampu bersaing dengan objek wisata Lembang, pihaknya akan berkonsentrasi untuk melakukan pengembangan objek wisata di daerah selatan.
Termasuk, sambung dia, pihaknya akan mempromosikan objek wisata baru yang ada di daerah selatan.
"Tingkat kunjungan objek wisata di selatan masih kalah dengan objek wisata Lembang, presentasi kunjungan ke wisata Lembang sudah mencapai 20 persen, sedangkan ke selatan masih dibawah 10 persen. Makanya sedang kami pikirkan teknis promosinya agar objek wisata selatan bisa seperti Lembang," tukasnya.*** (agus satia negara)