Alhamdulillah, Sempat Ditutup Karena Covid-19, 54 Sekolah di Kota Bandung Siap Kembali Laksanakan PTMT

Sebanyak 54 sekolah di Kota Bandung yang sempat ditutup karena terpapar Covid-19, kini dipastikan siap kembali melaksanakan PTMT

Alhamdulillah, Sempat Ditutup Karena Covid-19, 54 Sekolah di Kota Bandung Siap Kembali Laksanakan PTMT
Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan dan Peserta Didik SD, Disdik Kota Bandung, Risman Al Isnaeni memastikan sebanyak 54 sekolah yang sempat ditutup karena Covid-19, siap kembali melaksanakan PTMT.

INILAHKORAN, Bandung,- Sempat ditutup karena guru dan siswanya terpapar Covid-19, sebanyak 54 sekolah di Kota Bandung siap kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Dinas Pendidikan Kota Bandung memastikan, 54 sekolah yang sempat terpapar Covid-19 hingga diputuskan ditutup sementara dan melaksanakan PJJ, kini sudah siap melaksanakan (PTM) terbatas.

Disdik Kota Bandung menyebutkan, sebanyak 54 sekolah tersebut dijadwalkan akan memulai PTMT pada Senin 15 November 2021 mendatang.

Baca Juga: Di Persib, Zalnando Ibarat Ikan Kecil yang Tumbuh di Kolam Besar

"Dari 54 sekolah di Kota Bandung, setidaknya ada 265 orang yang terdiri dari 244 siswa-siswi dan 21 orang guru di nyatakan positif Covid-19 hasil swab PCR acak," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan dan Peserta Didik SD, Disdik Kota Bandung, Risman Al Isnaeni kepada Tim INILAH KORAN, Selasa, 9 November 2021.

"Namun, seiring berjalannya waktu, seluruh guru dan siswa-siswi telah dinyatakan negatif dan siap melaksanakan PTMT," imbuh Risman Al Isnaeni.

Dia mangatakan, persentase siswa dan guru yang terpapar Covid-19 ini, tidak melebihi 5 persen. Atas dasar tersebut, kondisi Covid-19 di sekolah-sekolah Kota Bandung masih dalam taraf terkendali.

Baca Juga: Jadi Pilihan Utama Persib, Ini Ungkapan Zalnando

"Dari data yang diterima oleh Disdik Kota Bandung, diduga mayoritas siswa dan guru terkena paparan Covid-19 akibat interaksi di luar sekolah," jelas Risman

Kata dia, standar protokol kesehatan (prokes) di sekolah telah dilakukan secara ketat dan aktivitas siswa-siswi di sekolah hanya 2 jam sehari dalam satu minggu.

Selain itu, uji usap atau swab secara random kepada siswa-siswi dan guru di sekolah akan dilakukan secara rutin, antara satu atau dua bulan untuk memastikan PTM terbatas berjalan aman dan lancar.

Baca Juga: Masuk Kategori Tindak Pidana, Polisi Naikkan Kasus Kecelakaan Vanessa Angel ke Tingkat Penyidikan

"Alhamdulillah, tidak ada orang tanpa gejala (OTG) semua," singkatnya.

Risman Al Isnaeni menegaskan, jika hasil evaluasi pelaksanaan PTM terbatas memperlihatkan baik, maka pihak sekolah yang melaksanakan PTM terbatas harus melaporkan kegiatan harian melalui sistem kepada Dinas Pendidikan Kota Bandung.

"Kami sedang melakukan verifikasi terhadap 200 sekolah yang menyatakan siap menggelar PTM terbatas tahap ketiga," ujarnya.

Baca Juga: Gawat, Delapan Tanggul di Kota Bandung Jebol Diterjang Banjir

Menurutnya, PTM terbatas tahap ke satu dan kedua yang saat ini berjalan melibatkan kurang lebih 2.000 sekolah.

"Dari segi persyaratan administrasi mereka sudah memenuhi tinggal dilakukan verifikasi ke lapangan oleh disdik dan dinkes serta kewilayahan," pungkas Risman Al Isnaeni.***(Okky Adiana)


Editor : inilahkoran