Farhan Abaikan SE Study Tour KDM, Nasdem: Itu Bukan Keputusan Reaktif!

Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga menyatakan, dukungan terhadap keputusan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan yang tidak melarang pelaksanaan study tour siswa ke luar provinsi.

Farhan Abaikan SE Study Tour KDM, Nasdem: Itu Bukan Keputusan Reaktif!
Rendiana Awangga, politisi Nasdem di DPRD Kota Bandung, mendukung keputusan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengizinkan study tour pelajar keluar Jawa Barat.

INILAHKORAN, Bandung - Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga menyatakan, dukungan terhadap keputusan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan yang tidak melarang pelaksanaan study tour siswa ke luar provinsi.

Ia menilai, langkah tersebut sebagai bentuk kepemimpinan yang inklusif dan mempertimbangkan berbagai perspektif bukan sekadar keputusan reaktif.

“Dalam sebuah kebijakan publik, pemimpin tidak bisa hanya melihat satu sisi. Harus ada ruang untuk mendengar dari pihak yang pro maupun kontra. Melarang itu mudah, tapi membangun kesepahaman jauh lebih penting,” kata Rendiana Awangga, yang akrab disapa Kang Awang, pada Senin 21 Juli 2025.

Menurut ia, study tour dapat menjadi bagian penting dalam pendidikan sosial anak selama dilakukan secara transparan dan tidak memberatkan orang tua. Ia menekankan, pengalaman di luar ruang kelas bisa membekali siswa dengan nilai-nilai seperti toleransi, kerja sama dan kemandirian.

Meski demikian, Kang Awang menegaskan, keputusan terkait pelaksanaan study tour harus diambil melalui musyawarah bersama antara sekolah, orang tua dan komite. Ia menolak pendekatan sepihak dalam menentukan kebijakan ini.

“Yang kita jaga bukan hanya sistem, tapi juga perasaan anak-anak dan keluarganya. Jangan sampai ada yang merasa tertinggal hanya karena tidak ikut. Sekolah harus memberi alternatif kegiatan edukatif bagi semua,” ucapnya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, pihaknya tidak akan membatasi kegiatan study tour yang diselenggarakan sekolah, termasuk ke luar wilayah Jawa Barat.

Pernyataan ini disampaikan orang nomor satu di Kota Bandung tersebut menanggapi surat edaran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang membatasi pelaksanaan study tour hanya di dalam provinsi guna mengurangi beban finansial orang tua.

"Kalau ada edaran dari gubernur yang menyarankan untuk tidak ke luar Jabar, itu sah-sah saja. Tapi Bandung sendiri tidak akan melarang. Bandung ini kota terbuka. Masuk boleh, keluar pun boleh," kata Farhan pada Senin 27 Juli 2025.

Ia menilai, study tour merupakan bagian dari pembelajaran non-formal yang dapat menambah wawasan dan pengalaman siswa. 

Pihaknya menekankan, selama kegiatan dilakukan di bawah pengawasan sekolah dan tidak mengganggu nilai akademik maka tidak ada larangan dari pihak pemerintah kota.

"Selama study tour itu tidak berpengaruh terhadap nilai akademik siswa, ya silakan saja. Tidak ada masalah," ucapnya.

Lebih lanjut, Farhan meminta agar pelaksanaan study tour tidak menjadi beban, baik secara akademik maupun ekonomi, bagi para siswa. Ia menegaskan kegiatan ini bukan ajang kompetisi atau kewajiban yang memengaruhi nilai.

"Yang penting jangan ada tekanan. Jangan sampai siswa merasa harus ikut agar nilainya aman, atau supaya tidak dianggap absen. Ini soal memperluas wawasan, bukan kompetisi akademik," ujar dia. (*)


Editor : Zulfirman