Sabet 2 Penghargaan SPADA Award 2021, Ini Kata Ditbangdik ITB

Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima dua penghargaan SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) Award tahun 2021 dari Ditjen Diktiristek.

Sabet 2 Penghargaan SPADA Award 2021, Ini Kata Ditbangdik ITB
Kampus ITB. (net)

INILAHKORAN, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima dua penghargaan SPADA (Sistem Pembelajaran Daring) Award tahun 2021 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Kemendikbudristek.

Kedua kategori itu adalah Perguruan Tinggi Terbaik dengan Dukungan Institusi terhadap Pembelajaran Daring dan Perguruan Tinggi Terbaik Pelaksanaan Pembelajaran Daring.

Direktorat Pengembangan Pendidikan (Ditbangdik) ITB Yusep Rosmansyah menyampaikan, bahwa ini merupakan buah dari kerja keras yang telah dilakukan oleh semua elemen ITB dalam pengembangan pembelajaran daring.

Baca Juga: Berminat? ITB Kampus Cirebon Buka Tujuh Program Studi Ini

Apresiasi ini adalah hasil dari kerja bersama-sama karena dalam pelaksanaan pembelajaran daring banyak arahan dari Rektor, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM), dan Wakil Rektor Bidang Keuangan Perencanaan dan Pengembangan, serta masukan dari dosen dan fakultas/sekolah.

“Kita bersyukur atas penghargaan ini, meskipun kita tidak menarget hal tersebut. Ditbangdik hanya menjalankan tupoksi dalam meningkatkan proses pembelajaran sebaik dan seefektif mungkin,” ujar, Yusep Rosmansyah, Jumat 17 Desember 2021.

Dia mengatakan, Ditbangdik ITB adalah salah satu direktorat yang diberi amanat untuk menyelenggarakan transformasi digital menuju Pendidikan ITB 4.0.

Baca Juga: Ini Penyebab Erupsi Gunung Semeru Kata Ahli ITB

Yusep Rosmansyah mengatakan, ada beberapa aspek yang telah dilakukan oleh ITB dalam rangka transformasi digital pendidikan di ITB. Aspek pertama yaitu peningkatan sumber daya manusia.

“Kita melakukan pelatihan dan kemampuan internal di Ditbangdik. Setelah tim internal sudah meningkat kemampuannya barulah kita melakukan workshop pelatihan untuk seluruh dosen, lalu melakukan pelatihan kepada tendik fakultas/sekolah,” ujarnya.

Aspek kedua, lanjutnya, Ditbangdik juga meningkatkan kualitas sarana-prasarana studio pembelajaran, baik dari sisi perangkat keras (komputer, kamera, dan lainnya) dan perangkat lunak dengan membuat Learning Management System (LMS) Edunex.

Baca Juga: Mahasiswa KNB ITB Asal Bangladesh Juara Favorit Berbicara Bahasa Indonesia

“Sampai sekarang LMS Edunex sedang masuk tahap ke-3 dalam pengembangannya,” jelas Yusep Rosmansyah.

Aspek ketiga dari proses pelayanan pendidikan. Saat ini Ditbangdik ITB sudah mengantongi sertifikat ISO 9001:2015, dan sedang menambah ke ISO 21001:2018.

“Software yang mendukung hal ini, seperti aplikasi care center dan dashboard pemantauan progres kita adakan. Pokoknya, segala aspek transformasi diterapkan di segala lini, mulai dari SDM, teknologi, proses, dan manajemennya,” ujarnya.

Baca Juga: ITB Ultra Cyling Challange, Adu Cepat Sepeda dari Kampus ITB ke ITB

Yusep Rosmansyah menegaskan, perjalanan masih panjang, pengembangan pembelajaran oleh Ditbangdik akan terus dilakukan. Ke depannya yang tengah menjadi konsen adalah memulai pemutakhiran pembelajaran multikampus baik itu di kampus Cirebon, Jatinangor, maupun Ganesha. Sehingga nantinya, mahasiswa dapat kuliah di mana saja dengan kualitas pelayanan yang sama.

Selain itu, Yusep Rosmansyah mengungkapkan transformasi pendidikan di ITB dilakukan pada empat aspek, yaitu transformasi SDM, teknologi, proses, dan tata kelola informasi.

Apresiasi SPADA Award 2021 sendiri merupakan salah satu upaya Ditjen Diktiristek untuk mendorong perguruan tinggi memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran guna memperluas jangkauan sumber belajar yang bermutu agar mahasiswa bisa mengambil mata kuliah di luar program studinya.

Baca Juga: ITB Intensifkan Kuliah Luring Mulai Semester Kedua 2021-2022

ITB turut berperan dengan mengembangkan dan mengelola LMS untuk mendukung tujuan tersebut, yaitu SPADA Dikti (https://spadadikti.id). Dengan dukungan LMS SPADA Dikti ini, mahasiswa dari satu perguruan tinggi tertentu dapat mengikuti suatu mata kuliah bermutu dari perguruan tinggi lain dan hasil belajarnya dapat diakui oleh perguruan tinggi di mana mahasiswa tersebut terdaftar

Selain itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek Aris Junaedi mengatakan, apresiasi ini diberikan sebagai wujud penghargaan kepada insan perguruan tinggi baik itu dosen maupun institusi dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran daring. Rangkaian pelaksanaan sudah diselenggarakan sejak Agustus 2021 dengan mengumumkan kepada perguruan tinggi dan dosen dalam tiga kategori.

Penilaian yang dilakukan melalui pengisian angket dengan beberapa kriteria penilaian yang telah ditetapkan pada masing-masing kategori.

"Dengan diberikannya apresiasi ini diharapkan jumlah perguruan tinggi dan mata kuliah yang dapat di-sharing kepada SPADA Indonesia dapat meningkat dan tentunya dapat meningkatkan akses terhadap materi pembelajaran yang berkualitas dan bermutu,” ujarnya. *** (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran