FIX! Alun-Alun di Kota Bandung Tutup Saat Nataru

Alun-Alun Bandung dan alun-alun lainnya di Kota Bandung, dipastikan ditutup saat libur Natal dan tahun baru (Nataru).

FIX! Alun-Alun di Kota Bandung Tutup Saat Nataru
Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana


INILAHKORAN, Bandung - Alun-Alun Bandung dan alun-alun lainnya, dipastikan ditutup saat libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Penutupan Alun-alun Bandung dan alun-alun lainnya yang ada di Kota Bandung menindaklanjuti Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan peraturan Wali Kota Bandung nomor 114.

"Alun-alun di Inmendagri harus ditutup. Kita menerbitkan Perwal nomor 114 itu akan menutup Alun-alun Bandung dan semua alun-alun yang dikelola Pemerintah Kota Bandung," kata Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Jumat 24 Desember 2021.

Baca Juga: Ini Strategi Pemkot Bandung Atasi Kerumunan Saat Nataru

Menurut dia, jam operasional sektor usaha di Kota Bandung menyesuaikan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Namun untuk pusat perbelanjaan buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Yana menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat termasuk untuk tempat hiburan. Dia mengimbau masyarakat untuk disiplin dan ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama Libur Nataru.

"Saya tadi sudah sampaikan, virus Corona berbagai varian apapun kuncinya menerapkan protokol kesehatan. Tidak ada penyekatan, pemeriksaan dokumen salah satunya memproteksi diri kita sendiri lewat peduli lindungi dan protokol kesehatan," ucapnya.

Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran diri menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Pemerintah kota akan meningkatkan pengawasan di titik-titik potensi keramaian.

Baca Juga: Hadapi Nataru, Jabar Siapkan SIMANIS

Selain itu, kebijakan yang dapat dilakukan menutup akses jalan menuju lokasi keramaian apabila potensi kerumunan di tempat tersebut semakin membesar. Namun, para petugas akan terlebih dahulu melakukan deteksi dini dengan membubarkan kerumunan-kerumunan berskala kecil.

"Kita upayakan di tempat potensi kerumunan kita deteksi dini, kalau makin banyak sulit dibubarkan dan kalau ternyata terjadi kerumunan besar, situasional bisa dilakukan penyekatan atau penutupan jalan," ujar dia.

Yana menambahkan, petugas akan melakukan antisipasi potensi kerumunan dengan terlebih dahulu membubarkan massa. Pihaknya memperkirakan pusat kota akan dipadati oleh maayarakat. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran