Ini Strategi Pemkot Bandung Atasi Kerumunan Saat Nataru
Beberapa strategi dilakukan Pemkot Bandung untuk menghindari kerumunan saat Nataru, yakni pemubabaran masa, hingga menutup akses jalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Untuk mengatasi terjadinya kerumunan saat libur Nataru, Pemkot Bandung sudah menyipkan beberapa stratgei.
Beberapa strategi yang dilakukan Pemkot Bandung untuk menghindari kerumunan saat Nataru, yakni pemubabaran masa, hingga menutup akses jalan menuju lokasi keramaian.
"Kita upayakan di tempat potensi kerumunan kita deteksi dini. Kalau makin banyak dan sulit dibubarkan, dan kalau ternyata terjadi kerumunan besar, situasional bisa dilakukan penyekatan atau penutupan jalan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Jumat 24 Desember 2021.
Baca Juga: Hadapi Nataru, Jabar Siapkan SIMANIS
Menurut dia, nantinya seluruh petugas akan melakukan antisipasi potensi kerumunan dengan terlebih dahulu membubarkan massa. Pihaknya memperkirakan pusat kota akan dipadati oleh masyarakat.
"Insya Allah, kita juga selalu akan melakukan pembubaran potensi kerumunan yang kemungkinan bisa diantisipasi akan terjadi konsentrasi masa di Libur Natal Tahun Baru di Pasoepati, Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, Jalan Dago. Kita sepakat akan melakukan antisipasi pembubaran massa sebelum kerumunan itu membesar," ucapnya.
Yana menyebut, total personil TNI dan Polri yang ditempatkan melakukan pengawasan sebanyak 2.608 orang. Selain itu, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan daerah membahas perayaan Natal dan Tahun Baru. Salah satu yang disepakati, yaitu mendirikan 20 pos pengamanan di titik-titik keramaian.
Baca Juga: 762 Personel Gabungan Akan Diterjukan dalam Operasi Lilin Jaya 2021 Pengamanan Nataru
Petugas yang berada di pos pengamanan terdiri dari TNI, Polri, Dishub, Damkar, Nakes dan PMI. Mereka akan berpatroli untuk melakukan pengawasan dan melakukan pembubaran jika diperlukan.
"Kita sepakat membentuk 20 pos pengamanan (pospam) leading sektor kepolisian dibackup TNI, Denpom, Satpol PP, Dishub, Damkar, PMI, tenaga kesehatan. Mudah-mudahan dengan kehadiran 20 pos menunjukan ke masyarakat pemerintah hadir insyallah memberikan rasa aman nyaman kepada masyarakat dalam menghadapi libur natal dan tahun baru," ujar dia.
Sambung dia, pengawasan terhadap potensi kerumunan akan dilakukan melalui rekaman CCTV di berbagai titik. Pihaknya juga mengimbau pelaku ekonomi, tempat ibadah untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai bentuk pengawasan terhadap pengunjung.
Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Kapolri dan Menhub Tinjau Kesiapan Pemkab Bogor
"Kita akan ikut regulasi pusat tidak ada penyekatan, ikhtiar kita memproteksi diri sendiri melalui pengawasan salahsatunya penggunaan aplikasi peduli lindungi di berbagai fasilitas publik, ekonomi dan ibadah," tandasnya.
Yana menambahkan, pengawasan pun dilakukan di pintu masuk mal, stasiun, tempat ibadah dan terminal. Sebanyak 700 lebih tempat tidur bagi pasien Covid-19, disiapkan apabila terdapat kasus penyebaran Covid-19 selama libur Nataru. *** (Yogo Triastopo)
Editor : inilahkoran


