Pencarian Satu Korban Hilang Terseret Arus Sungai Ciwangun Difokuskan di Tiga Titik Ini
encarian satu korban hilang terseret arus sungai Ciwangun terus dilakukan petugas gabungan dari Tim SAR, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Damkar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pencarian satu korban hilang terseret arus sungai Ciwangun terus dilakukan petugas gabungan dari Tim SAR, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Damkar, unsur Muspika dan para relawan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Duddy Prabowo mengatakan, pencarian dilakukan 156 personel itu baru menemukan Romayanti (37). Sang ibu itu ditemukan pada Kamis 23 Desember 2021 dalam kondisi tak bernyawa. Perncarian satu korban hilang terseret arus sungai atas nama Reren Adi Wijaya (11) masih tetap dilakukan.
"Sebanyak 156 kekuatan personel Tim SAR gabungan disebar ke beberapa titik terus melakukan pencarian satu korban hilang terseret arus sungai atas nama Reren Adi Wijaya. Personel ada di lokasi kejadian dan radius 5 kilometer," katanya, Jumat 24 Desember 2021.
Baca Juga: Ibu Anak Terseret Arus Sungai Cikapundung, Tim SAR Bandung Terjunkan 1 Unit Rescue
Dia menuturkan, hingga Jumat siang proses pencarian masih belum membuahkan hasil. Pasalnya, medan yang dihadapi cukup terjal dan kawasan sepanjang sungai yang masih banyak semak belukar serta bebatuan. Proses pencarian satu korban hilang terseret arus sungai pun masih berlangsung.
"Kondisi tersebut membuat proses pencarian cukup terkendala," ujarnya.
Doddy menjelaskan, pihaknya membagi fokus pencarian di tiga titik lokasi, bergeser dari titik awal korban hanyut. Sebab, ada kemungkinan korban terbawa arus air yang sangat deras hingga cukup jauh.
"Itu terbukti dengan ditemukan jasad ibunya yang berjarak 3,5-5 km dari titik awal. Sekarang fokus pencarian di persimpangan Cikapundung-Curug Omas, Curug Omas-Bendungan Bantar Awi, dan Bendungan Bantar Awi-Curug Lalay," jelasnya.
Baca Juga: Tim SAR Hentikan Pencarian Ibu-Anak Korban Terseret Arus Sungai di Lembang
Ia berharap, kondisi cuaca bisa mendukung proses pencarian, sebab jika hujan turun kemungkinan pencarian akan dihentikan sementara karena khawatir debit air tiba-tiba naik.
"Berbagai kemungkinan juga masih bisa terjadi dalam proses pencarian yang sejauh ini dilakukan secara intensif oleh tim gabungan," ujarnya.
"Kami akan terus melakukan pencarian ke titik-titik lokasi yang kemungkinan korban terbawa hanyut ke sana. Luasnya lokasi pencarian dan cuaca, sejauh ini memang jadi kendala yang dihadapi," tandasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran

