Jembatan Penghubung di Kampung Bungbulang KBB Segera Dibangun Ulang
Pembangunan ulang jembatan penghubung di Kampung Bungbulang yang terletak di RT 02/08, Desa Campakamekar, Padalarang, KBB segera dilakukan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pembangunan ulang jembatan penghubung di Kampung Bungbulang yang terletak di RT 02/08, Desa Campakamekar, Padalarang, KBB segera dilakukan.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Aan Sopian mengatakan, jembatan penghubung di Kampung Bungbulang yang menghubungkan Kampung Lebak Leungsir, Desa Mekarjaya dengan Kampung Cibungbulang, Desa Campakamekar KBB itu sempat hancur diterjang banjir bandang pada Minggu 28 November 2021.
Aan menyebutkan, peristiwa rusaknya jembatan penghubung di Kampung Bungbulang itu terjadi pada akhir tahun lalu. Lantaran hal itu, penganggaran pembangunan itu tidak memungkinkan dilakukan pada APBD KBB tahun lalu.
Baca Juga: Pemkab Cianjur Jamin Semua Jembatan Rampung Akhir Tahun Ini
Ia menyebut, jika perbaikan tidak tercover di APBD murni ini, maka akan kembali diusulkan pada APBD Perubahan nanti.
"Untuk DED-nya sudah kami buat mengacu pada kondisi di lokasi setelah terjadi banjir bandang. Tinggal nanti menunggu pengerjaan fisiknya," katanya, Minggu 30 Januari 2022.
Lebih jauh ia menjelaskan, jembatan tersebut milik Pemda KBB masuk dalam aset daerah sehingga mekanisme penanganannya harus diusulkan dalam APBD.
"Karena milik pemda maka untuk penanganan kerusakan dan perbaikannya menjadi tanggungjawab Pemda KBB," jelasnya.
Baca Juga: Viral! Evakuasi Jenazah Lewat Jembatan Bambu, Berujung Ambruk dan Jenazah Kecemplung
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan kerusakannya cukup parah sehingga harus dibangun ulang dengan kontruksi yang lebih kuat.
"Jembatan dengan lebar 1,5 meter dan panjang 10 meter itu dibangun oleh Pemda KBB tahun 2018 dan di bawahnya mengalir Sungai Cipada yang jika kondisi air naik, kedalamnya bisa mencapai 3,5 meter.
Kendati demikian, tambah dia, jika memasuki musim kemarau air biasanya surut dan tidak terlalu deras.
"Semoga bisa secepatnya diperbaiki agar aktivitas masyarakat di sana tidak terkendala," tandasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


