Gawat! Dua Ujung Jembatan Floodway Cisangkuy di Bojongkunci Amblas, Nyawa Pengendara Terancam

Bagian ujung Jembatan Floodway Cisangkuy di Desa Bojongkunci ambalas. Nyawa para pengendara terancam.

Gawat! Dua Ujung Jembatan Floodway Cisangkuy di Bojongkunci Amblas, Nyawa Pengendara Terancam
Seorang pengendara sepeda motor melintasi Jembatan Floodway Cisangkuy di Desa Bojongkunci .
INILAHKORAN, Bandung- Berusia kurang dari lima tahun, Jembatan Floodway Cisangkuy di Desa Bojongkunci, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung mulai mengalami kerusakan pada kedua ujung jembatan.
 
Jembatan Floodway Cisangkuy di Bojongkunci dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahaan (PUPR), lima tahun lalu.
 
Kini, pada ujung Jembatan Floodway Cisangkuy di Desa Bojongkunci, itu terdapat kerusakan alias amblas dengan kedalaman sekitar 10 centimeter dan lebar sekitar 1 meter.
 
 
Berdasarkan pantauan, para pengendara motor dan mobil terpaksa harus melambatkan kendaraanya saat melintas di ujung jembatan.
 
ika tak berhati-hati bisa terperosok dan jatuh. Terutama pada saat hujan, bagian tengah jalan diujung jembatan itu menjadi tempat genangan cileuncang.
 
"Apalagi kalau malam, ini bahaya sekali kan gelap. Motor dan mobil yang ngebut bisa terperosok dan celaka," kata Ade Hamzah (35) salah seorang warga Desa Bojongkunci, Minggu 6 Februari 2022.
 
 
Menurut Ade, penurunan beton dikedua ujung jembatan ini terjadi tak lama setelah pembangunan oleh BBWS Citarum itu selesai.
 
Ia dan warga lainnya menduga penurunan beton badan jalan itu terjadi karena urugan tanah yang tidak padat. Sehingga, ketika sering dilintasi kendaraan besar maupun kecil lambat laun amblas.
 
"Mungkin urugannya enggak padat. Kalau tidak segera diperbaiki bisa semakin parah amblasnya. Nah seingat saya kedua Jujung jembatan itu tengahnga mulai turun dan amblas itu sekitar satu tahun setelah selesainya pengerjaan jembatan tersebut," ujarnya.
 
 
Ade melanjutkan jalan tersebut cukup ramai dilalui pengguna jalan.
 
Jalan ini menjadi alternatif yang menghubungkan Kecamatan Katapang dengan Kecamatan Banjaran, Pameungpeuk dan sekitarnya.
 
Maka tak heran jika jalan alternatif ini terbilang cukup ramai.
 
 
"Apalagi kalau hari Minggu itu disepanjang jalan hingga jembatan ini ramai dijadikan tempat olahraga dan berjalan-jalan pagi oleh masyarakat sekitar. Sebagai warga yang banyak memanfaatkan jalan dan jembatan ini yah inginnya segera diperbaiki, jangan sampai menunggu ada korban kecelakaan," katanya.
 
Dari informasi yang dihimpun dari situs resmi Kementrian PUPR,  pembangunan jembatan yang melintang diatas aliran Sungai Cisangkuy itu merupakan bagian dari proyek floodway Cisangkuy yang dilaksanakan oleh Kementrian PUPR.
 
 
Proyek ratusan miliar rupiah ini bertujuan untuk mengurangi banjir akibat luapan Sungai Citarum yang kerap merendam ribuan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang.***(rd dani r nugraha).
 
 
 
 
 


Editor : inilahkoran