Wacana Pemekaran Kota Lembang Banjir Dukungan, Begini Pemetaan Wilayahnya...

Terus dapat dukungan, pemekaran Kota Lembang dari KBB tampaknya bakal terealisasi. Ini rencana pemetaan wilayahnya:

Wacana Pemekaran Kota Lembang Banjir Dukungan, Begini Pemetaan Wilayahnya...
Rencana pemekaran Kota Lembang dari KBB terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

INILAHKORAN, Bandung- Dukungan dari berbagai pihak terkait rencana pemekaran Kota Lembang dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berdatangan.

Para inisiator pergerakan pembentukan Kota Lembang menilai wacana Lembang menjadi kota sendiri yang terpisah dari KBB sudah bukan mimpi di siang bolong. 

Pasalnya, telah disebutkan bahwa akan ada 17 kota/kabupaten yang bakal jadi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Jawa Barat. Pemekaran Kota Lembang salah satunya.

Baca Juga: Ternyata Mahasiswi UPI yang Hilang Tak Bawa Ponsel, Pihak Kampus Sulit Cari Keberadaannya

Tokoh masyarakat Lembang, Jalaludin menilai sudah waktunya Lembang dimekarkan dan terpisah dari Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Urgensinya bukan soal aksesibilitas ke pusat pemerintahan yang jauh atau masyarakatnya yang belum sejahtera, tapi karena Lembang layak mandiri dan sudah siap dengan potensi yang ada, " katanya.

Nantinya, sebut dia, Kota Lembang sendiri akan miliki empat kecamatan sehingga bisa memenuhi syarat sebagai sebuah kota. Yakni Kecamatan Cisarua, Lembang, Parongpong, dan Maribaya yang dimekarkan dari Kecamatan Lembang.

Baca Juga: Tenaga Honorer Disperkim KBB Ini Dicoret Secara Sepihak, Gegara Marak TKK Titipan?

Menurutnya, hal tersebut sudah cukup menjadi modal untuk berdirinya pemerintahan setingkat kota dengan infrastruktur pendukung lainnya.

"Jika Lembang jadi kota tersendiri, penataan akan lebih fokus," tuturnya.

Tidak seperti sekarang, kata dia, di mana pendapatan asli daerah (PAD) Lembang dikeruk tapi perhatian ke Lembang minim.

Baca Juga: Doa Terhindar dari Sifat Rendah Diri dan Tinggi Hati, Ustadz Syafiq Riza Basalamah: Dosa Juga Diampuni!

"Faktanya jalan-jalan desa banyak yang masih rusak, banjir, sampah, perizinan di KBU yang tidak jelas, dan banyak lagi persoalan yang oleh Pemda KBB saat ini terabaikan," tandasnya. ***(agus satia negara).

 


Editor : inilahkoran