Meski Tetap Buka, Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Parahu Sepi Pengunjung
Pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu, Lembang, KBB, tetap membuka aktivitas wisata untuk para Wisatawan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tetap membuka kunjungan untuk para Wisatawan.
Kendati sempat muncul asap gas solfatara dari Kawah Ecoma, Sabtu 10 Februari 2022 lalu, status kawah Gunung Tangkuban Parahu masih level satu atau normal.
Direktur Operasional PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu, Ruslan mengatakan, aktivitas kunjungan wisatawan ke objek wisata TWA Gunung Tangkuban Parahu tetap dibuka dan berjalan normal.
"Kunjungan wisatawan masih buka, karena kondisinya normal, karena ini kan gunung berapi jadi kalau ada asap itu bagus, artinya uap panasnya keluar," katanya, Selasa 15 Februari 2022.
Sejauh ini, terang dia, aktivitas pedagang yang berada di sekitar Kawah Ratu tetap berjalan seperti biasa. Namun, untuk aktivitas kunjungan hari ini meskipun objek wisata dibuka kondisinya sepi.
"Hanya ada beberapa kendaraan wisatawan yang masuk," ujarnya.
Menurutnya, sepinya kunjungan wisatawan itu bukan karena dampak sempat adanya informasi munculnya kepulan asap. Namun lebih karena kondisi saat ini sedang diberlakulan PPKM Level 3.
"Hal itu menimbulkan kekhawatiran dari wisatawan luar daerah soal adanya penyekatan diperbatasan daerah dan aturan ganjil genap," tuturnya.
"Sekarang ada kendaraan wisatawan masuk, lalu selang 20 menit berikutnya ada lagi. Gitu kondisinya, sepi. Bahkan weekend paling ada sekitar 2.000 wisatawan, padahal itu biasanya di hari-hari biasa saat normal," keluhnya.
Baca Juga: Status Tangkuban Parahu Turun, Emil Siap Viralkan
Disinggung terkait langkah antisipasi dari kejadian yang tidak diinginkan, ia menyebut, pihaknya selalu menyiapkan petugas dan jalur evakuasi. Termasuk petugas yang mengingatkan prokes di lokasi wisata.
"Kita selalu siapkan petugas, karena namanya alam kan tidak bisa diprediksi. Serta untuk mengingatkan prokes dan pengecekan pengunjung suhu tubuh dan sudah divaksin atau belum," tandasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


