INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, mahalnya harga daging sapi potong di pasaran tak lepas dari harga sapi hidup yang mahal.
Mahalnya harga sapi hidup, berdampak kepada jumlah sapi yang dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH). Dari biasa sekitar 52 ekor per hari, saat ini hanya sebanyak 43 hingga 45 ekor per hari.
"Informasi yang saya dapat, karena pengusaha agak menahan untuk membeli sapi hidup. Ya itu tadi karena harganya yang terus merangkak naik," kata Gin Gin Ginanjar, Selasa 1 Maret 2022.
Meski pemotongan sapi di RPH mengalami penurunan, Gin Gin Ginanjar memastikan masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bandung. Daging sapi potong dipasaran, terbilang aman.
"Rata-rata bobot sapi hidup yang dipotong di RPH Kota Bandung sekitar 400 sampai 500 kilogram. Tetapi itu akan susut 30 persen setelah dipotong. Berarti, sekitar 280 sampai 350 kilogram daging dari satu ekor sapi," ucapnya.
Adapun kenaikan harga jual daging sapi potong ke tingkat konsumen, Gin Gin menyebut, mengikuti harga sapi hidup. Karena hingga sampai saat ini, sapi impor mendominasi pasokan di Indonesia.
"Kenaikan harga jual daging sapi di pasaran tidak bersangkut paut dengan operasional RPH. Kita juga melihat kenaikan harga masih dalam ambang normal, yaitu Rp 125 hingga Rp 130 ribu perkilogram," ujar dia. *** (Yogo Triastopo)