Efek Tertinggal Belajar, Ribuan Siswa SD di Cimahi Belum Bisa Membaca dan Menulis
Ribuan siswa sekolah dasar kelas 1 2 dan 3 di Kota Cimahi belum bisa membaca dan menulis akibat ketertinggalan belajar efek pandemi Covid-19
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi mencatat ribuan siswa belum bisa menulis dan membaca dampak Pandemi Covid-19.
Ribuan siswa yang belum bisa membaca dan menulis tersebut masuk dalam kategori siswa SD kelas 1, 2, dan 3.
Kadisdik Kota Cimahi Harjono mengatakan, pihaknya mencatat terdapat ribuan siswa SD mulai dari kelas 1,2, dan 3 di wilayahnya yang belum bisa membaca dan menulis.
"Kami menduga penyebabnya lantaran terlalu lama belajar di rumah selama pandemi Covid 19," sebutnya.
Pemkot Cimahi pun langsung mengintruksikan seluruh guru jenjang Sekolah Dasar (SD) mulai dari kelas 1,2 dan 3 untuk memberikan pembelajaran tambahan, seperti membaca menulis dan berhitung guna menguatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Baca Juga: Bakti Yon Armed 10/Roket Brajamusti Kostrad Renovasi Rutilahu Janda Pejuang Kemerdekaan Irian Barat
Adapun intruksi tersebut tertuang dalam surat edaran (SE)Nomor 006 Tahun 2022 tentang Penguatan Kemampuan Membaca, Menulis Berhitung bagi Siswa Sekolah Dasar di Kota Cimahi.
"Kita sudah sebarkan SE guna mengatasi ketertinggalan belajar. Khususnya, membaca dan menulis bagi siswa SD," katanya.
Ia menjelaskan, untuk siswa kelas SD di Kota Cimahi ada sekitar 1.422 orang siswa atau 18 persen dari total 7.896 siswa kelas 2 SD yang belum lancar membaca.
Sedangkan, lanjut dia, siswa kelas 3 ada 638 orang atau 10 persen dari total 7.200 siswa kelas 3 yang belum lancar membaca.
"Untuk kelas 2 memang jumlahnya lebih banyak dari kelas 3. Intinya anak kelas 1, 2, dan 3 masih belum bisa membaca, malahan ketika saya ke lapangan pasti ditemukan anak yang belum bisa membaca di tiap kelasnya," jelasnya.
Baca Juga: Pos Indonesia Segera Hadirkan Digital Ekosistem Logistik Pertama di Indonesia
Ia menduga salah satu penyebab ribuan siswa belum bisa membaca di Kota Cimahi lantaran terlalu lama belajar di rumah.
"Seperti kita tahu selama dua tahun lebih pandemi Covid 19 membuat siswa lebih banyak belajar di rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ)," ujarnya.
Menurutnya, selama pandemi COVID-19 pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tidak dilaksanakan secara penuh lantaran waktunya yang dibatasi sesuai kebijakan pemerintah pusat.
"Oleh karenanya jumlah yang belum lancar baca tulis sedikit meningkat," tuturnya
Lebih jauh ia menjelaskan, tahun lalu pihaknya sudah membentuk tim khusus yang bertugas untuk menangani permasalahan para siswa SD yang belum bisa membaca dan menulis.
"Jadi untuk literasi dan numerasi di Cimahi, kami mulai dulu dari yang dasar menyisir anak-anak yang belum lancar membaca dan menulis," jelasnya.
Baca Juga: Kasus Penggelapan Pajak Dana Desa Cirebon, 59 Desa Sudah Diperiksa Kejari
Ia menambahkan, dampak dari belum bisa membaca dan menulis bagi para siswa, khususnya siswa SD sangat berat ke depannya.
"Siswa tersebut dikhawatirkan mengalami ketertinggalan belajar atau learning loss," pungkasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


