Banjir Rendam Puluhan Rumah di Kampung Rancamanyar Pangalengan

Banjir merendam puluhan rumah di Desa Rancamanyar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu 13 Maret 2022.

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Kampung Rancamanyar Pangalengan
Puluhan rumah terendam banjir di Desa Rancamanyar, Kelurahan Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Minggu 13 Maret 2022.
INILAHKORAN- Puluhan rumah di Kampung Rancamayar, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung terendam banjir, Minggu 13 Maret 2022.
 
Hujan besar yang mengguyur wilayah Rancamanyar Pangalengan membuat air dari sungai Rancamanyar meluap dan merendam puluhan rumah.
 
Tokoh masyarakat Desa Margamukti, Agus Suherman mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak siang, mengakibatkan sungai yang berada di Kampung Rancamanyar meluap.
 
 
Akibatnya,  lebih dari 50 rumah warga di RW 10,12,13 dan 14 terendam banjir dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.
 
Berdasarkan data yang dihimpun InilahKoran, sebanyak 60 kepala keluarga di RW 12 terendam banjir.
 
Selanjutnya di RW 13 ada 12 KK yang terendam banjir, lalu 1 KK di RW 10.
 
"Hujan deras sekali sampai malan ini masih besar. Akibatnya sungai meluap, nah karena Kampung Rancamanyar itu ada ditepi sungai, saat meluap yah masuk ke pemukiman. Air mulai masuk ke pemukiman tadi lah sekitar jam 6 sore menjelang maghrib," kata Agus kepada INILAHKORAN, Minggu 13 Maret 2022 malam.
 
 
Biasanya, kata Agus, air lama surut dalam beberapa jam. Namun, jika melihat keadaan sekarang, dimana hujan deras masih turun hingga malam ini.
 
Ia memperkirakan air dipemukiman akan lebih lama surutnya. Apalagi, genangan air biasanya lebih lama bertahan di daerah RW 10 dan RW 12. Karena letaknya lebih rendah dibanding RW lainnya.
 
"Biasanya yang paling parah di RW 10 dan 12. Tapi mudah-mudahan saja tidak terjadi dan banjir segera surut," ujarnya.
 
 
Menurut Agus, sebenarnya banjir akibat luapan anak Sungai Cisangkuy itu sudah langganan
bagi warga di Kampung Rancamanyar sejak beberapa tahun terakhir ini.
 
Ini diakibatkan gundulnya kawasan hutan dan perkebunan yang sebelumnya rimbun dan hijau oleh tanaman keras, kini berubah menjadi tanaman sayuran.***(Dani R Nugraha)
 
 


Editor : inilahkoran