Mahasiswa Pecinta Alam Akademi Fisioterapi RS Dustira Cimahi Bersih-bersih Sungai Dekat Pasar Antri

Pemerintah Kota Cimahi mendukung penuh setiap gerakan gotong royong. Termasuk yang diprakarsai masyarakat. bersih-bersih sungai Cimahi

Mahasiswa Pecinta Alam Akademi Fisioterapi RS Dustira Cimahi Bersih-bersih Sungai Dekat Pasar Antri
sejumlah mahasiswa Natawana (pecinta alam) Akademi Fisioterapi Rumah Sakit Dustira bersih-bersih sungai dekat pasar antri Cimahi
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota Cimahi mendukung penuh setiap gerakan gotong royong. Termasuk yang diprakarsai masyarakat. 
 
Salah satunya seperti gerakan bersih-bersih sungai Cimahi oleh sejumlah mahasiswa Natawana (pecinta alam) Akademi Fisioterapi Rumah Sakit Dustira Tk II dengan pihak Pemerintah Kota, dan Dinas Lingkungan Hidup (kecebong). Kegiatan ini dilakukan di Pasar Antri Kota Cimahi.
 
Koordinator Acara Imellia Raysa mengatakan, upaya membersihkan sungai Cimahi tersebut dilakukan oleh Natawana dalam rangka kegiatan tahunan program kerja Natawana.
 
 
Aksi dimulai dengan membersihkan sampah bagian tepi sungai pasar antri dengan cara dibersihkan secara manual dengan memungut sampah. Sampah yang terkumpul diangkut truk sampah yang disediakan oleh DPKP Kota Cimahi.
 
"Kami (Natawana) berharap, masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan sungai, sehingga dapat meningkatkan kualitas air sungai dan mengurangi terjadinya banjir yang disebabkan oleh sampah yang menyumbat saluran air sungai di Kota Cimahi, dan juga meminimalisir peningkatan penyakit DBD. Mewujudkan semua itu harus ada sinergi antara pemerintah dengan masyarakat," papar Imellia Raysa, Selasa 15 Maret 2022.
 
Di tempat yang sama, warga sekitar Asep mengatakan, gerakan bersih sungai mempunyai sejumlah tujuan. Antara lain dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan, menumbuhkan kesadaran masyarakat menjaga sungai bersih dari sampah dan menciptakan kebersamaan di masyarakat Kota Cimahi.
 
 
Apalagi awal tahun 2022 ini kota Cimahi mulai musim penghujan jadi banjir dapat datang sewaktu-waktu. jika terlihat kotor, akan memungkinkan menurunkan daya tarik kota Cimahi sendiri.
 
"Karena menghirup udara bersih dan jernih adalah sebuah hak asasi, maka dari itu kita sebagai manusia harus menjaga dan melestarikan bumi sebaik-baiknya agar tidak terjadi hal yang tak diharapkan," tambahnya. *** (Okky Adiana)
 


Editor : inilahkoran