Satgas Anti Rentenir Kota Bandung Berhasil Bantu 200 Warga Terbebas dari Jeratan Lintah Darat
Satgas Anti Rentenir Kota Bandung merilis keberhasilannya membantu 200 warga dapat terbebas dari jeratan lintah darat alias rentenir
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung,- Satgas Ani Rentenir Kota Bandung berhasil membantu 200 warga terbebas dari jeratan lintah darat dalam tiga bulan yakni Januari hingga Maret 2022.
Langkah Satgas Anti Rentenir Kota Bandung dalam membantu 200 warga terbebas dari jeratan lintah darat itu dilakukan melalui beberapa mekanisme baik secara mandiri maupun mediasi.
Ketua Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, Saji Sonjaya mengungkapkan, sepanjang 2022 tepatnya dalam tiga bulan terakhir, Januari hingga Maret 2022, pihaknya telah membantu 200 warga bebas dari jerat lintah darat atau rentenir.
Baca Juga: Sebelum Diciduk Karena Narkoba, Fauzan Lubis dan Bandnnya Sempat Manggung di Blok M
"Alhamdulillah, ada 200 orang warga Kota Bandung yang kami bantu selesaikan masalahnya dengan rentenir," ungkap Saji Sonjaya dalam laporannya kepada Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana melalui siaran pers kepada INILAH KORAN, Kamis 17 Maret 2022 malam.
Menurut data Satgas Anti Rentenir Kota Bandung, sepanjang Januari-Maret 2022, ada sebanyak 384 laporan masuk dari wargayang terjerat rentenir di Kota Bandung.
Dari sebanyak 384 tersebut, sebanyak 300 orang di antaranya merupakan warga Kota Bandung.
Baca Juga: Hari Tidur Sedunia Jatuh Hari Ini Jumat 18 Maret 2022 , Berikut Sejarah dan Fakta-faktanya
Saji memaparkan, 40 persen orang yang meminjam ke rentenir menggunakannya untuk modal usaha. Sisanya ada yang meminjam demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada pula yang butuh untuk biaya pendidikan atau kesehatan.
Para korban ini tergiur dengan mudahnya akses meminjam uang tanpa menghiraukan persenan bunga yang tak logis.
Saji juga menyebutkan, banyaknya pelaku rentenir yang mengatasnamakan koperasi, sehingga warga merasa tempat mereka berutang ini legal.
Baca Juga: Terapkan Teknologi Full Redundant, Smartfren Bisa Percepat Penanganan Jaringan
"Tahun kemarin ada 19 rentenir yang mengatasnamakan koperasi, padahal mereka itu bukan koperasi. Kami lakukan verifikasi, laporkan ke Dinas Koperasi. Lalu Dinas Koperasi melakukan penindakan terhadap 19 oknum ini," papar Saji.
Lebih lanjut Saji menambahkan, merujuk data yang masuk terjadi penurunan jumlah kasus rentenir jika dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab, tahun-tahun sebelumnya, banyak yang terjerat pinjaman online (pinjol).
"Tahun lalu pinjol kan marak sekali ya. Sekarang pinjol itu relatif lebih menurun pengaduannya. Kasus yang kami terima lebih banyak tentang rentenir konvensional," ucapnya.
Baca Juga: Hukum Makan Sahur Saat Imsyak, Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
Untuk menangani pelaku rentenir di Kota Bandung, Saji mengatakan, Satgas Anti Rentenir rutin memverifikasi data terduga rentenir tiap tiga bulan sekali.
"Untuk para pelakunya, kami selalu verifikasi data tiap 3 bulan sekali. Bagi para pelaku oknum koperasi, kami juga arahkan seperti apa koperasi yang benar itu," imbuhnya.
Salah satu korban yang berhasil selamat dari jeratan rentenir adalah Tati. Wanita paruh baya ini bahkan sampai rela 'menggadaikan' sertifikat rumahnya.
Baca Juga: Ini Sosok Musisi MF yang Diringkus Polisi Terkait Kasus Narkoba
"Waktu itu saya lagi pusing, butuh sekali. Sampai gadaikan sertifikat tanah. Ini baru pertama kali terlibat dengan rentenir," aku Tati.
Selama berbulan-bulan terjerat rentenir, Tati merasa sangat tertekan. Bagaimana tidak, utangnya yang hanya Rp3 juta untuk modal usaha, menjadi berbunga lebat sampai ia harus membayar Rp10 juta.
"Kalau lagi tidak bayar, suka ditakut-takuti. Katanya, nanti sertifikat tanahnya bakal dijual ke orang lain," tutur Tati.
Baca Juga: Terungkap! Tujuan Terselubung Doni Salmanan Sawer Sejumlah Publik Figur, Ternyata untuk...
Namun, kini Tati sudah terbebas dengan bantuan dari Satgas Anti Rentenir beserta para mitranya.
Menanggapi kejadian ini, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau, agar masyarakat jangan sampai terlena dengan kemudahan akses pencairan uang yang ditawarkan oleh para rentenir.
"Memang masyarakat ini kadang-kadang membutuhkan bantuan yang instan. Memang saat kita mengakses keuangan di institusi yang legal, pasti butuh proses panjang dan tidak sederhana. Wajar jika masyarakat jadi terjebak dengan aksi para rentenir ini," ungkap Yana.
Baca Juga: Penah Terima Amplop Tebal dari Doni Salmanan, Rizky Billar Akan Diperiksa Hari Ini
Yana berharap, dengan adanya kolaborasi Satgas Anti Rentenir bersama para mitra lainnya bisa membebaskan 'Tati-Tati' yang lainnya di Kota Bandung.***
Editor : inilahkoran


