BPBD Sebut Selama Maret 2022 Terjadi Delapan Kali Bencana Alam di KBB
BPBD KBB mencatat setidaknya terjadi delapan kali bencana alam selama bulan Maret 2022 akibat hujan deras disertai angin
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat, setidaknya ada sekitar delapan kejadian bencana alam yang terjadi sejak 25-28 Maret 2022.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan, delapan bencana alam yang terjadi selama Maret 2022 diakibatkan intensitas hujan deras disertai angin kencang dalam tiga hari terakhir.
"Akibatnya terjadi bencana longsor dan angin puting beliung di delapan titik wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB)," katanya.
Baca Juga: Seulgi Positif Covid-19, Promosi Comeback Red Velvet di 'M Countdown' dan ' Music Bank' Dibatalkan
Ia menyebut, bencana tersebut berdampak pada rusaknya sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum seperti jalan, drainase, hingga gedung sekolah rusak.
"Delapan kejadian bencana ini akumulasi dan tersebar di 6 kecamatan yakni Lembang, Cipongkor, Gununghalu, Saguling, Ngamprah, hingga Padalarang," sebutnya.
Ia menerangkan, sejumlah bencana longsor yang membuat kerusakan terparah di antaranya terjadi di Kampung Cibodas RT 01 RW 14 Desa Sunten Jaya, Kecamatan Lembang. Akibat longsor satu rumah rusak parah.
"Sedangkan di Kampung Neglasari RT 03 RW 07 Desa Citalem dan Kecamatan Cipongkor, satu unit warung ambruk," terangnya.
Baca Juga: Demi Pengungsi Bencana Alam di Sukajaya, Aan Pinta DPKPP Ambil Langkah Konkret Ini
Selain itu, jelas dia, ada satu fasilitas pendidikan yang terdampak bencana yakni satu ruang kelas ambruk di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Darul Fikri, di Jalan Pasar Rebo, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor.
"Satu ruangan kelas ini rusak akibat puting beliung. Kejadiannya tanggal 27 Maret 2022 Pukul 23.00 WIB," ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, potensi bencana akibat cuaca ekstrem masih mungkin terjadi hingga akhir bulan April.
Baca Juga: Polisi Bogor Ungkap Penyebab Kematian RAG di Sungai Cipakancilan, Ternyata....
Oleh karenanya, sambung dia, masyarakat harus tetap waspada potensi longsor dan bencana lainnya, apalagi di daerah rawan dengan kontur tanah berbukit.
"Pemerintah daerah masih menetapkan siaga darurat bencana banjir bandang dan longsor hingga 31 April 2022," tandasnya. (Agus Satia Negara).
Editor : inilahkoran


