Buat Inovasi Sarang Lebah Buatan, Mahasiswa SBM ITB Raih Perunggu di Asian Students Venture Forum 2022

Inovasi sarang lebah buatan hasil mahasiswa SBM ITB meraih sukses dalam ajang Asian Students Venture Forum 2022.

Buat Inovasi Sarang Lebah Buatan, Mahasiswa SBM ITB Raih Perunggu di Asian Students Venture Forum 2022
Sarang lebah buatan hasil inovasi mahasiswa SBM ITB sukses meraih penghargaan dalam ajang Asian Students’ Venture Forum 2022.

INILAHKORAN, Bandung - Pandemi bukan sebuah alasan untuk menghentikan prestasi. Mahasiswa SBM ITB, yang tergabung dalam Tim I-Newbee sukses meraih Bronze Medal untuk Indonesia dalam ajang Asian Students’ Venture Forum 2022.

Keempat mahasiswa tersebut, yaitu Alfinza Willys Alfarizi, Pujangga Reogavi, Afra Samantha, dan Satria Dwi Bagaskara yang merupakan mahasiswa Kewirausahaan angkatan 2020.

Asian Students’ Venture Forum merupakan lomba tahunan yang diadakan oleh Korea Economic Daily. Kompetisi business startup ini disemarakkan oleh berbagai negara di Asia, seperti Korea, China, Taiwan, Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan negara lain.

Baca Juga: Buka-bukaan! Paul Pogba Ungkap Alasan Sesungguhnya Menjadi Muslim

Konsep yang ditawarkan Tim I-Newbee ini sarat dengan teknologi, namun juga mengutamakan perencanaan bisnis yang menarik dan menjanjikan dari segi finansial.

Afra menjelaskan sistem lombanya. Mula-mula diadakan seleksi proposal dan video di kancah nasional. Setelah proses screening, hanya 2 tim yang dipilih untuk mewakili setiap negara. Indonesia sendiri mengirimkan delegasi dari ITB dan UI.

“Untuk tahun ini yang lolos hingga tahap final hanya ada 9 startup dari 5 negara. Puji syukur untuk tahun ini, kami berhasil menjadi satu-satunya delegasi Indonesia yang memulangkan medali,” ucap Afra, Rabu 6 April 2022.

Baca Juga: Lagi! Jokowi ‘Marahi’ Menteri di Kabinetnya

Ide yang mereka godok adalah Artificial Bee Hive atau sarang lebah buatan yang berfokus untuk membantu pengumpulan madu lebah Trigona menjadi lebih cepat dan membuat proses pemanenan madu menjadi lebih efisien.

Slim Hive adalah nama dari produk tim ini yang berbasis teknologi. Produk ini ditujukan untuk peternak lebah Trigona, baik yang masih pemula atau yang sudah ahli, karena produk ini dirancang dengan sistem yang mudah dan risiko yang minim.

“Slim Hive dilengkapi dengan IoT yaitu motion detector, temperatur, dan sensor berat untuk memantau sarang lebah secara real time melalui ponsel pintar petani lebah. Motion detector dari lebah bisa diterjemahkan menjadi sebuah informasi aktivitas lebah di dalam sarang,” kata Satria.

Baca Juga: 'Korban' Bertambah, Giliran Mario Jardel Dilepas Persib ke Persita Tangerang

Sementara sensor temperatur akan menambah keakuratan informasi dari motion detector dan sensor berat akan membantu petani lebah membuat estimasi atau perkiraan waktu sarang lebah tersebut bisa dipanen.

Satria menambahkan, pembuatan produk mereka sudah sampai tahap prototipe fisik dan akan digunakan sebagai objek pengujian, eksperimen, dan pengembangan produk lebih lanjut.

Lebah Trigona, khususnya jenis Itama, menjadi pilihan utama karena dari segi ekonomis memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan lebah penyengat. Selain itu, madu dari lebah Trigona juga memiliki kandungan senyawa dan mineral yang lebih lengkap dibandingkan madu dari lebah penyengat. Hal ini juga menjawab alasan madu dari lebah Trigona memiliki harga pasar yang lebih mahal.

Baca Juga: Polisi Usut Kasus Kebakaran RSUD Bandung Kiwari yang Rugikan Rp1 Miliar

Mereka telah melakoni persiapan matang sejak bulan November 2021 untuk tingkat nasional dan mulai fokus persiapan di tingkat internasional sejak Januari lalu.

“Kami dihadapkan dengan minimnya data dan jurnal yang mengupas permasalahan lebah Trigona. Selain studi literatur, kami juga melakukan survei lapangan dengan mengambil data Ikatan Lebah Madu Indonesia (ILMI) Jawa Barat,” ucap Afra.

Kemenangan besar ini tak luput dari bimbingan dan dukungan beberapa mentor dari SBM ITB dan dosen SITH M Yusuf Abduh.

Baca Juga: Hukum Ramadhan, Sahur On The Road Sangat Dianjurkan! Ustadz Khalid Basalamah: Asal Jangan Lalai dalam Hal Ini

Afra berharap agar mereka bisa mengembangkan produk ini menjadi lebih baik lagi dan dapat mengikuti perlombaan nasional maupun internasional lainnya di bidang startup dan inovasi.

“Pastinya, kami juga berharap produk yang kami buat nanti benar-benar bermanfaat dan menjadi solusi dari berbagai permasalahan petani lebah,” ujar Satria. (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran