Gegara Jalan Sempit, Truk Fuso Pengangkut Bata Terjun ke Ladang Sedalam Lima Meter
Truk fuso pengangkut bata terjun ke ladang sedalam lima meter di Kampung Cihurang, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, KBB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sebuah mobil truk pengangkut batu bata dengan nomor polisi T 8938 AM terjun bebas dan terjungkir di Kampung Cihurang, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berdasarkan informasi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut lantaran sopir truk sempat melompat keluar dari kursi kemudi sebelum truk terjungkir ke area ladang milik warga sedalam lima meter.
Sopir truk fuso, Iyan (39) mengatakan, truk meluncur dari Purwakarta menuju Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor dengan mengangkut bata jenis heibel.
Baca Juga: Hasil Survei SMRC: Ridwan Kamil Tokoh Paling Disukai
"Namun saat tiba di lokasi, truk tersebut terlibat papasan dengan kendaraan lain dari arah yang berlawanan. Serta ditambah ada mobil yang mengalami ambles dan selip rodanya, sehingga membuat ruas jalan jadi sempit," katanya yang tengah menunggu kendaraan untuk mengevakuasi truk.
Ia mengaku, dirinya berusaha mengambil ke lajur kanan untuk mencoba melewati mobil yang ambles. Namun karena struktur tanah tidak kuat menahan beban kendaraan serta kondisi penerangan yang minim, akhirnya truk itu terperosok dan terjungkir ke sisi jurang yang curam.
"Tadinya mau lewati mobil yang ambles di kiri, saya ambil kanan, tapi malah truk terperosok ke jurang," ujarnya.
Baca Juga: Tegas! Plt Wali Kota Cimahi Minta Perusahaan Bayar THR Pekerja Sekaligus
Ia menyebut, insiden itu terjadi pada Rabu 6 April 2022 sekitar pukul 21.30 WIB saat dirinya akan kirim barang ke wilayah Desa Cibenda.
Menurutnya, saat kejadian dirinya sempat menyelamatkan diri dengan loncat keluar dari kursi kemudi sehingga terhindar dari luka-luka.
Baca Juga: Dukung JKN KIS, BPJS Kesehatan Cabang Bandung Optimalkan Peran Pemangku Kepentingan
"Gak ada luka-luka, hanya kerugian material saja karena banyak bata yang rusak," ujarnya.*** (agus satia negara)..
Editor : inilahkoran


