Tindaklanjuti Serius Program Gepprak, Pemda KBB Gandeng Sejumlah Ahli

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal menindaklanjuti dengan serius adanya program Gerakan Perlindungan Perempuan da

Tindaklanjuti Serius Program Gepprak, Pemda KBB Gandeng Sejumlah Ahli
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan



INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal menindaklanjuti dengan serius adanya program Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak (Gepprak).

Hal tersebut dibuktikan dengan digandengnya psikolog, lembaga bantuan hukum (LBH), Polres dan stakeholder terkait guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, tentunya setelah dilaunching kemarin program Gepprak bakal ditindaklanjuti oleh Pemda KBB.

Baca Juga: Tips Menjaga Tubuh Tetap Bugar Saat Mudik Lebaran 2022

"Kami akan tindaklanjuti program Gepprak ini dengan serius. Oleh sebab itu kemarin bunda Sonya langsung ke Unisba untuk melakukan komunikasi dengan fakultas," katanya.

"Kemudian saya menggandeng sahabat saya Roman untuk menbuat LBH, Polres dan steakholder terkait untuk menindaklanjuti manakala ada kejadian yang tidak kita inginkan," sambungnya.

Ia berharap, gerakan dari program Gepprak ini bisa berjalan secara masif. Oleh karenanya, pihaknya berpesan kepada Dinas DP2KBP3A KBB untuk bergerak secara masif dan mengkampanyekan Gepprak melalui ruang publik.

Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Penerapan One Way-Ganjil Genap Arus Mudik Lebaran

"Hal itu harus bisa dilakukan dengan harapan sudah tidak ada lagi kekerasan di ruang publik di sekitar kita," ujarnya.

Ia mengaku sangat prihatin dengan maraknya kekearasan seksual terhadap anak. Menurutnya, selain di masyarakat kekerasan ini juga kerap terjadi di lingkungan pendidikan baik di sekolah. Bahkan di lingkungan pondok pesantren.

"Ini cukup mengkhawatirkan, karena hal ini orang tua juga jadi takut menyekolahkan atau menitipkan anknya ke ponpes," ujarnya.

Baca Juga: Hukum Ramadhan, Tidak Hafal Doa Qunut Saat Sholat Witir, Buya Yahya: Baca Doa dengan Makna yang Sama

Lantaran hal itu, lanjut dia menjelaskan, pihaknya harus mengembalikan kepercayaan tersebut dan menyampaikan bahwa kejadian tersebut tidak bisa digeneralisasi dikarenakan itu hanya olah oknum.

"Mudah-mudahan dengan program Gepprak ini muncul keberanian bagi korban untuk melapor," harapnya.

Sebelum adanya Gepprak ini, tambah dia, dari UPT sebenarnya sudah menyiapkan Rumah Aman dan melakukan komunikasi dengan pihak terkait kalau seandainya ada korban yang sudah melaporkan kasusnya ke pihak kepolisian.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Sidelines – Phoebe Bridgers

"Termasuk melakukan pendampingan bagi korban yang ke Rumah Aman dengan didampingi psikiater guna memulihkan kondisi mentalnya," tandasnya. *** (agus satia negara).

 
 


Editor : inilahkoran