Sempat Duduki Peringkat Pertama, Capaian Vaksinasi Booster di KBB Turun Drastis
Kadinkes KBB Eisenhower Sitanggang mengklaim capaian vaksinasi Covid 19 di KBB duduki peringkat pertama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Eisenhower Sitanggang mengklaim bahwa capaian vaksinasi Covid 19 di KBB menduduki peringkat pertama di Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, capaian vaksinasi dosis satu tersebut mencapai angka 99,67 persen.
"Berkat kerjasama semua pihak, untuk capaian vaksinasi dosis satu sudah 99,67 persen. Jika kita bandingkan dengan 27 Kab/Kota kita nomor 7, kalau dari Kabupaten kita berada di peringkat 1," katanya.
Sedangkan untuk capaian vaksinasi dosis kedua, ia menyebut, sudah mencapai 79,55 persen. Jika disandingkan dengan 27 kabupaten/kota lainnya, KBB berada diperingkat 10.
"Sedangkan kalau ditingkat Kabupaten kita berada di nomor urut 3, setelah Kabupaten Cianjur dan Garut," terangnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, untuk capaian vaksinasi booster (dosis tiga) Eisen menyebut, sudah mencapai 21,0 persen dan berada di nomor peringkat 11 dari 27 Kabupaten/Kota.
"Targetnya vaksinasi booster masih terus kita kejar, tetapi dari segi penyandingan data dari Kabupaten kita berada dinomor urut ketiga. Setelah Bekasi, Kabupaten Bandung," sebutnya.
Baca Juga: PGB Bangau Putih Tebar Ratusan Paket Sembako Untuk Penyandang Disabilitas
Ia mengungkapkan, pada 15 April 2022 capaian vaksinasi booster mengalami penurunan dengan jumlah 9000 dosis.
Sedangkan pada 16 Apri 2022, lebih lanjut Eisen, jumlah vaksinasi booster Bandung Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan mencapai 19.000 dosis.
"Pada 17 April 14.000 dosis perhari, sedangkan 18 April 19.000 dosis dan 19 April 10.000 dosis," paparnya.
Baca Juga: WALHI Jabar Ingatkan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan Bakal Panen Bencana Alam
Sementara per tanggal 20 April 2022, Eisen juga mengaku bahwa capaian vaksinasi booster di Bandung Barat mengalami penurunan yang cukup drastis dengan angka 6000 dosis.
"Ini menurun drastis kenapa, karena ada arus data. Jadi data ini dari seluruh daerah di Indonesia, ada battlenet (terlambat)," ucapnya.
Kendati demikian, tambah dia, pihaknya optimis akan meningkat kembali, karena proses pengentrian ada arus data.
"Jadi ini pekerjaan rumah (PR) saya belum selesai, jadi kita perlu kerja sama dan kerja keras semua. Dalam rangka operasi ketupat nanti 32 puskesmas akan aktif terus," pungkasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


