Bandung Susun Konsep Kawasan Historis
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Simpang Lima hingga Otista menjadi titik awal penataan kawasan historis Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung ingin menyatukan kawasan tersebut dalam satu konsep terpadu melalui Bandung Historical Urban Landscape.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penataan kawasan bersejarah tidak bisa dikerjakan dalam waktu singkat. Banyak kepentingan yang harus dipertemukan sebelum sebuah konsep bersama benar-benar terbentuk.
“Mulai dari Simpang Lima sampai ke Otista. Itu dulu. Itu saja tidak tertata dengan baik. Nanti sayap-sayapnya akan kita libatkan tentunya,” kata Farhan, Selasa (6/10).
Kawasan itu nantinya tidak berdiri sendiri. Sejumlah ruas jalan akan menjadi bagian dari sayap kawasan historis, mulai Jalan Lembong, Jalan Braga, Jalan Cikapundung, Jalan Banceuy, Jalan Dalem Kaum, Jalan Otista hingga Jalan ABC atau Alkateri.
Selama ini, Farhan menilai pengelolaan kawasan masih berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah memiliki kepentingannya, begitu pula pihak swasta dan komunitas. Kondisi tersebut membuat potensi kawasan belum sepenuhnya hadir sebagai sebuah kesatuan.
“Selama ini pemerintah jalan sendiri, swasta jalan sendiri, komunitas jalan sendiri. Akibatnya keindahan-keindahan itu tidak terintegrasi sebagai sebuah kawasan,” ujarnya.
Karena itu, konsep penataan sedang dirumuskan bersama akademisi, komunitas, pemerintah dan pelaku bisnis. Setiap pihak membawa kepentingan masing-masing yang perlu disatukan dalam satu arah pengelolaan kawasan.
Pembahasan nantinya tidak sekadar menyentuh wajah kawasan. Bangunan mana yang dipertahankan, mana yang dapat dibongkar, hingga aktivitas apa yang diperbolehkan akan menjadi bagian dari konsep tersebut.
“Ide awalnya adalah membangun kawasan penataan kota historis yang historis, gitu ya. Nah tujuannya itu. Nah mau seperti apa, apa yang mau dipertahankan, apa yang mau dibongkar dan apa yang boleh dipertahankan,” tutur Farhan.
Di tengah proses perumusan itu, kehidupan kawasan tetap berjalan. Aktivitas komunitas dan kegiatan bisnis dipastikan tidak berhenti hanya karena penataan sedang disiapkan.
Pemerintah Kota Bandung bersama BRT juga akan memastikan pemeliharaan jalan dan pembangunan infrastruktur transportasi tetap berjalan tanpa mengganggu situs-situs historis.
Komunitas dipersilakan terus berkegiatan di sepanjang kawasan historis. Pelaku usaha pun tetap dapat menjalankan aktivitas ekonominya sambil menunggu konsep penataan mencapai bentuk yang matang.
(yogo triastopo/gin)
Editor : Inilahkoran

