Memberi Ruang Anak Berkembang

Memberi Ruang Anak Berkembang
TUMBUH KEMBANG: Bunda PAUD Kota Bogor Yantie Rachim menekankan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak usia 4-6 tahun.

INILAH, Bogor - Setiap anak memiliki waktunya sendiri untuk tumbuh dan belajar. Pada usia dini, ruang bermain dan stimulasi sesuai tahap perkembangan menjadi bagian penting dalam membangun pondasi pendidikan.

Bunda PAUD Kota Bogor Yantie Rachim mengingatkan orang tua agar tidak terburu-buru memaksakan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau calistung kepada anak usia 4-6 tahun.

Menurutnya, orang tua perlu memahami perkembangan anak sesuai usianya, termasuk ketika memasuki usia tujuh tahun dan seterusnya. Kemampuan kognitif anak perlu menjadi pertimbangan sebelum memberikan beban akademis.

“Sebagai orang tua kita harus tahu perkembangan anak di usia 4-6 tahun, begitu juga saat usia 7 tahun dan seterusnya. Jangan biarkan belajar calistung di saat kognitif anak belum cukup untuk menerimanya, karena akan menjadi beban akademis untuk anak-anak kalau dipaksakan,” kata Yantie Rachim di Bogor, Selasa (6/10).

Baginya, pendidikan anak usia dini bukan tentang seberapa cepat anak menguasai pelajaran. Yang lebih penting adalah membangun pondasi agar tumbuh kembang berjalan kuat sesuai tahapan.

Perkembangan otak anak, kata Yantie, tidak perlu dipaksakan. Anak justru membutuhkan ruang untuk berkembang dengan stimulasi yang sesuai usianya.

Ia melihat rasa bosan belajar pada sebagian anak ketika memasuki sekolah dasar dapat berkaitan dengan pengalaman mereka saat usia dini. Waktu bermain yang berkurang karena terlalu banyak dipaksa belajar berpotensi membuat proses belajar terasa sebagai beban.

Karena itu, proses belajar anak perlu dibangun melalui konsistensi dan contoh nyata. Anak merupakan peniru yang baik sehingga apa yang mereka lihat dan alami dalam keseharian akan ikut membentuk proses perkembangannya. Dalam proses tersebut, orang tua tidak berjalan sendiri.

Yantie berharap guru dan komite PAUD dapat menjadi agen informasi sekaligus ikut menyukseskan kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD”. Kolaborasi antara keluarga dan lingkungan pendidikan dinilai penting untuk memastikan kebutuhan anak tetap menjadi perhatian.

(rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran