350 SMK di Jawa Timur Gelar Servis Motor Gratis

350 SMK di Jawa Timur Gelar Servis Motor Gratis
SERVIS GRATIS: Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan soal rencana layanan servis motor gratis menyemarakkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim.(ANTARA/HO-DINAS PENDIDIKAN JATIM)

INILAH, Surabaya - Bengkel-bengkel sekolah di Jawa Timur akan ramai oleh aktivitas siswa. Bukan sekadar praktik di ruang kelas, kali ini keterampilan mereka akan langsung dirasakan masyarakat.

Sebanyak 350 SMK dan mitra industri di Jawa Timur akan membuka layanan servis sepeda motor gratis bagi masyarakat, Kamis (8/10). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB itu menargetkan 8.100 unit sepeda motor.

Layanan tersebut digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus menjadi bagian dari pendidikan vokasi berdampak.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung kompetensi siswa SMK, khususnya pada bidang Teknik Sepeda Motor (TSM).

“Terima kasih banyak para kepala sekolah, anak-anakku semua, juga mitra dari DUDIKA (dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja). Terima kasih atas partisipasinya untuk memberikan pendidikan berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat melalui layanan servis gratis sepeda motor,” ujar Aries, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (6/10).

Bagi siswa, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membawa pembelajaran keluar dari sekolah. Keterampilan yang selama ini diasah melalui praktik diuji langsung ketika berhadapan dengan kendaraan milik masyarakat.

Pendidikan vokasi memang menitikberatkan pembelajaran praktik. Komposisinya sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori.

Siswa juga mendapat pendampingan tenaga ahli dan mengikuti uji kompetensi untuk mengukur kemampuan sebelum memasuki dunia kerja.

“Anak-anak SMK kita dibekali pengalaman praktik dan dibimbing oleh para tenaga ahli. Karena itu, kompetensi mereka terus diasah agar mampu menangani pekerjaan secara profesional, termasuk dalam melakukan servis sepeda motor,” kata Aries.

Pembelajaran tersebut tidak berhenti pada praktik di sekolah. Penguatan kompetensi dilakukan melalui kelas industri, praktik kerja industri atau prakerin, uji kompetensi bersertifikat, serta kerja sama dengan DUDIKA.

Salah satu bentuknya adalah teaching factory. Melalui model tersebut, siswa belajar dalam suasana yang menyerupai dunia kerja sebenarnya.

“Teaching factory ini mengajarkan mereka secara langsung secara riil kerja industri. Mereka praktik langsung sesuai kurikulum dari industri. Sehingga saat lulus nanti, mereka sudah sangat siap untuk terserap DUDIKA,” ujar Aries. (gin)


Editor : Inilahkoran