Bandung Zoo di Ujung Krisis, Pemprov Jabar Siaga Ambil Alih

etidakpastian pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), memaksa Pemerintah Provinsi Jawa Barat turun tangan penuh. 

Bandung Zoo di Ujung Krisis, Pemprov Jabar Siaga Ambil Alih
etidakpastian pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), memaksa Pemerintah Provinsi Jawa Barat turun tangan penuh. 

INILAHKORAN.ID - Ketidakpastian pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), memaksa Pemerintah Provinsi Jawa Barat turun tangan penuh. 

Di tengah molornya proses penunjukan pengelola baru, Pemprov Jabar memastikan keselamatan satwa dan nasib pegawai tetap menjadi prioritas utama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman menegaskan, dirinya telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi terkini, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan pengelola eksisting.

"Ini kami sedang dalami, yang paling penting, tugas dari Pak Gub (Gubernur Dedi Mulyadi) memastikan satwa dan pegawai dalam kondisi aman. Satwanya sehat dan sejahtera, demikian juga pegawai. Yang paling penting itu. Satwa dan pegawai harus aman," ujar Herman di Kota Bandung baru-baru ini.

Pemprov Jabar memastikan akan mengambil tanggung jawab penuh hingga akhir Mei 2026, menyusul mundurnya target awal penetapan pengelola yang sebelumnya dijadwalkan rampung 5 Mei.

"Karena ada apraisal dari KPKNL, dari Kementerian Keuangan, sehingga proses beauty contest-nya membutuhkan waktu tambahan. Dari kota Bandung perlu waktu sampai dapat pengelola yang akuntabel dalam beauty contest tanggal 29 Mei," ucapnya.

Dengan adanya jeda waktu sekitar tiga minggu pasca berakhirnya tanggung jawab BKSDA, Pemprov Jabar bersama Pemkot Bandung kini memegang kendali penuh operasional.

"Artinya ada waktu 3 minggu. Karena kemarin dari BKSDA tanggung jawab sampai 5 Mei. Dan sekarang, yang tanggung jawab untuk pegawai dan satwa itu Pemkot Bandung dan di-backup oleh kami," katanya.

Dalam situasi genting ini, Pemprov Jabar memberi perhatian serius pada ketersediaan pakan satwa. Herman memastikan tidak ada kompromi soal kualitas maupun kuantitas.

"Kami sudah koordinasi untuk pegawai, sudah ready untuk satwa juga. Kalau penyedianya kan tetap yang kemarin ada 15 penyedia itu, kami besok pagi akan kumpulkan semua untuk memastikan pakan makanan untuk ternak tidak berkurang secara volume maupun berkurang secara kualitas. Tidak boleh," tegasnya.

Selain itu, aspek kesehatan satwa dan pegawai juga menjadi perhatian dalam masa transisi.

"Masa transisi kami jagain agar ternaknya sehat, demikian juga pegawai ada yang sakit dan sebagainya kami handle," ujarnya.

Di tengah ketidakpastian hasil seleksi, Pemprov Jabar menyiapkan langkah strategis, yakni pengambilalihan pengelolaan jika proses beauty contest gagal menghasilkan keputusan.

"Nah Pak Gubernur sudah menyampaikan, apabila nanti ada kendala. Ini kan beauty contest, mudah-mudahan lancar. Kalaupun terkendala, Pemprov siap untuk take over ya agar Kebun Binatang Bandung ini bisa diselamatkan. Pak Gubernur sudah komitmen itu. Dan kami sendiri sedang menjajaki prosesnya," ungkapnya.

Meski demikian, Herman berharap proses seleksi tetap berjalan lancar. Namun jika tidak, intervensi langsung akan dilakukan.

"Mudah-mudahan lancar beauty contest, kalaupun nanti satu dan lain hal, Pemprov siap untuk take over," harapnya.

Terkait skema pengelolaan bila pengambilalihan dilakukan, di mana ada opsi untuk dikelola BUMD, Pemprov Jabar kata Herman masih melakukan kajian mendalam, termasuk konsultasi dengan BKSDA agar sesuai regulasi lembaga konservasi.

"Ini masih didalami. Kan harus ada syarat lembaga konservasi. Jadi kami sedang konsultasi dengan BKSDA, karena harus sesuai mekanisme dan sesuai dengan prosedur. Dan itu kita akan tetapkan, tetapi tidak pakai lama," ujarnya.

Ia menegaskan, keputusan tidak boleh berlarut-larut karena menyangkut keselamatan satwa dan kepastian kerja pegawai.

"Karena ini berpacu dengan waktu ya, jangan sampai gara-gara kelembagaan, nanti satwa terganggu, pegawai juga tidak ada kepastian," katanya.

Tak hanya koordinasi, Pemprov Jabar juga telah menggelontorkan bantuan langsung, termasuk pembayaran gaji pegawai dan perbaikan fasilitas kandang.

"Dan bahkan untuk koordinasi, saya berulang-ulang kan bulat balik ke sana, dan saya tongkrongin juga, bahkan kita langsung. Kemarin gaji dua bulan kan dari Pemprov," ujarnya.

Perbaikan kandang, termasuk untuk satwa berisiko tinggi, juga telah dilakukan untuk memastikan keamanan.

"Nah kemudian perbaikan-perbaikan kandang, ada yang rusak, kita juga kasih bantuan langsung kok. Dan tadi dicek, ya Alhamdulillah, yang kandang macan itu atasnya sudah," ungkapnya.

Herman memastikan, seluruh langkah ini merupakan bentuk keseriusan Pemprov Jabar dalam menjaga keberlangsungan Bandung Zoo di tengah masa transisi.

"Jadi percayakan ke kami, dan kami sangat serius, Pak Gubernur sangat serius, untuk memastikan Kebun Binatang Bandung aman, dan satwanya sehat, sejahtera, demikian juga pegawainya," tuturnya.

Ia juga menambahkan, koordinasi dengan Pemkot Bandung berjalan baik, bahkan komunikasi telah dilakukan hingga ke Kementerian Kehutanan untuk memastikan solusi jangka panjang.

"Pemkot Bandung juga kooperatif lah, bersama-sama kita. Itu resiko ini ya, apabila ada kendala, Pemprov siap di-cover. Kami sudah komunikasikan dengan Kementerian Kehutanan juga," tandasnya. ***


Editor : JakaPermana