Bangunan Milik DPKP Kota Cimahi Ikut Terbakar, Endang: Gudang Tim Kecebong

Salah satu bangunan yang ludes dilalap api pada peristiwa kebakaran di Raya Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, pada Rabu 3 September 2025 merupakan gudang milik Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi.

Bangunan Milik DPKP Kota Cimahi Ikut Terbakar, Endang: Gudang Tim Kecebong
Salah satu bangunan yang ludes dilalap api pada peristiwa kebakaran di Raya Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, pada Rabu 3 September 2025 merupakan gudang milik Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi.

INILAHKORAN, Cimahi - Salah satu bangunan yang ludes dilalap api pada peristiwa kebakaran di Raya Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, pada Rabu 3 September 2025 merupakan gudang milik Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi.

Gudang tersebut diketahui merupakan tempat penyimpanan peralatan kerta Tim Kecebong yang bertugas bertugas membersihkan dan memperbaiki saluran air, parit, dan sungai untuk mencegah terjadinya banjir dan pencemaran. 

Tak cuma itu, terdapat juga kendaraan operasional saat api membakar gudang.

"Gudang Tim Kecebong kami juga ikut terbakar. Gudang itu untuk menyimpan peralatan kerja Tim Kecebong dan kendaraan operasionalnya," kata Kepala DPKP Kota Cimahi, Endang, Kamis 4 September 2025.

Di dalamnya, sebut Endang, berisi alat tulis kantor (ATK), peralatan seperti karung, sekop, pacul dan lainnya. Meski ada sejumlah barang dan peralatan yang terbakar, beruntung aset-aset besar seperti kendaraan operasional milik Tim Kecebong DPKP Kota Cimahi yang masih terhitung baru berhasil diselamatkan. 

"Barang kita juga ada yang terbakar, tapi lebih ke peralatan kerja yang kecil-kecil dan arsip," ungkapnya. 

"Sisanya belum bisa kita inventarisir lebih lanjut karena sedang proses penyelidikan oleh polisi," sambungnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penyelamatan pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana menyebut, ada empat gedung yang terbakar dalam peristiwa tersebut, antara lain gudang kain, gudang sepatu, gudang makanan ringan dan gudang DPKP Kota Cimahi.

"Bahan yang terbakar di gudang sepatu, ciki (makanan ringan) dan kain, dan gudang logistik DPKP, sehingga susah untuk pemadaman agak sulit. Selain itu juga suplai air agak terlambat," kata Aep.

Aep mengaku, phaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan empat gudang tersebut. 

Namun dugaan sementara, api berawal dari mesin boiler pada gudang kain.

"Menurut informasi dari karyawan, api keluar dari boiler ketika mesin di sampingnya masih berfungsi sehingga api cepat merambat. Kemungkinan dari titik gudang kain. Tapi nanti kita cek ulang," ujarnya.

Untuk memadamkan api, sebut Aep, sebanyak 8 unit kendaraan pemadaman kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi. 

Termasuk bantuan unit dari Damkar Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Jumlah armada ada 6 unit ke TKP dibantu juga 2 unit dari KBB. Saat ini masih ada proses pemadam karena nyala api masih berkobar," tandasnya. *** 


Editor : JakaPermana