Bantah Jadi Korban TPPO, Rizki Sebut Nyaman di Kamboja
Setelah viral dikabarkan berada di Negara Kamboja dan diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Rizki Nurfadilah (18) warga Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, kini muncul unggahan pernyataan dirinya yang membantah telah menjadi korban TPPO.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang - Setelah viral dikabarkan berada di Negara Kamboja dan diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Rizki nurfadilah (18) warga Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, kini muncul unggahan pernyataan dirinya yang membantah telah menjadi korban TPPO.
Rizki muncul dalam sebuah video yang diunggah dimedia sosial dengan memakai T-Shit hitam dan bertopi hitam. Ia menyatakan dirinya saat ini dalam keadaan baik-baik saja. Kepergiannya ke Kamboja atas kemauan sendiri tanpa paksaan dari siapapun. Bahkan, ia mengaku telah diberi makan oleh si pemberi kerja.
"Saya dalam keadaan baik-baik saja, saya kemarin bilang seperti itu karena ingin segera pulang. Karena enggak betah disini," kata Rizki.
Seperti diketahui, belum lama ini ramai pemberitaan terkait Rizki Nurfadhilah (18) salah seorang warga Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Tanpa sepengetahuan keluarga, ia berada di negara Kamboja dan dijadikan pekerja paksa.
Dikabarkan Rizki berangkat dari rumahnya di Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung pada 26 Oktober lalu. Ia diiming-iming orang tidak dikenal untuk ikut seleksi menjadi pemain bola profesional di Medan Sumatera Utara. Namun, selang beberapa hari, keluarganya mendapatkan kabar jika Rizki berada di Kamboja.
Saat ini kondisinya cukup tertekan dan tiap hari kerja paksa dan disiksa secara tidak manusiawi. Rizki masih dapat menghubungi orang tua secara diam diam, dan selalu meminta bantuan agar bisa pulang kembali ke Indonesia. Semoga korban mendapat titik terang untuk dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.(rd dani r nugraha)
Editor : Ahmad Sayuti

