Bantu Kanalisasi 2:1, PHRI Terjunkan 30 Personel Polingga
Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor menerjunkan 30 personel polisi lingkungan warga (Polingga) untuk diperbantukan dalam sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 (2 lajur naik ke atas 1 lajur turun ke bawah atau sebaliknya).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cisarua - Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor menerjunkan 30 personel polisi lingkungan warga (Polingga) untuk diperbantukan dalam sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 (2 lajur naik ke atas 1 lajur turun ke bawah atau sebaliknya).
Dukungan para pengelola hotel dan restoran ini kepada sistem rekayasa arus lalu lintas kanaslisasi 2:1 karena program tersebut merupakan bagian dari program Save The Puncak, mereka menginginkan Kawasan Puncak kembali menjadi destinasi wisata nasional setelah pada tahun 2016 dicoret oleh Kementerian Parawisata karena peemasalahan kemacetan lalu lintas.
"Penerjunan 30 personel polingga ini untuk membantu Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Sat Lantas Polres Bogor, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Bogor dalam melaksanakan uji coba kanalisasi 2:1 pada Minggu (27/10) lusa," ucap pengurus dan anggota PHRI Kabupaten Bogor Jansen Manansang kepada wartawan, Jumat (25/10/2019).
Pria yang menjabat sebagai Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua ibi menerangkan untuk seragam, perlengkapan dan honor para Polingga ini akan dibiayai oleh PHRI Kabupaten Bogor secara mandiri.
"Seragam dan perlengkapan personel Polingga kami tanggung secara swadaya, termasuk juga honornya sebesar Rp 1,5 juta perbulan," terangnya.
Jansen menjelaskan para personel Polingga direkrut dari warga yang berdomisili di sekitar hotel-hotel atau restorann dan yang kerap menjadi pengatur lalu lintas di persimpangan.
"Personel polingga ini kami rekrut dari warga sekitar yang sebelumnya berprofesi senbagai tukang ojek dan pengatur lalu lintas yang biasanya ada di persimpangan. Polingga ini juga sudah dilatih oleh pihak Sat Lantas hingga nanti bisa melaksanakan tugasnya," jelas Jansen.
Ia melanjutkan sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 sebagai pengganti satu arah atau one way selain dibutuhkan oleh masyarakat juga dibutuhkan demi kelangsungan bisnis hotel, restoran dan objek wisata yang ada di Kawasan Puncak.
"Masyarakat sudah jenuh dengan sistem rekayasa arus lalu lintas one way dan kami pun sedikit kehurangan omset, semoga dengan sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 maka aksesbilitas masyarakat dan wisatawan tidak terbatas lagi karena adanya one way naik ke atas pada pukul 07.00 WIB - 12.00 WIB atau turun ke bawah pada pukul 12.01 - 17.00 WIB. Semoga dengan adanya sistem rekayasa arus lalu lintas tidak hanya meningkatkan okuvansi hotel atau restoran yang besar, tetapi juga meningkatkan pendapatan pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) yang umumnya warga sekitar," lanjutnya. (Reza Zurifwan)
Editor : JakaPermana

