Banyak Penggemar Buat Foto AI Berpelukan hingga Ciuman dengan Idola K-Pop, Netizen Ungkap Kemarahan Mereka
Netizen ungkap kemarahan mereka usai banyaknya penggemar buat foto AI berpelukan hingga berciuman dengan idola K-Pop.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini kembali viral tren Foto AI baru, di mana banyak orang yang mengedit foto mereka bersama Idola K-Pop kesukaan mereka.
Menanggapi hal ini, sebuah unggahan Reddit berjudul "Penggemar K-pop melakukan ini sungguh aneh. Tak percaya ini jadi tren" memicu perdebatan sengit mengenai fenomena baru yang meresahkan.
Di mana banyak penggemar yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan foto-foto intim dengan idola favorit mereka.
Postingan tersebut mengkritik penggemar karena membuat foto-foto manipulasi yang menggambarkan para idola dalam skenario mesra yang direkayasa, seperti Berpelukan atau Berciuman.
Penulis memperingatkan bahwa tren ini dapat berkembang menjadi konten yang jauh lebih tidak pantas, yang menimbulkan risiko serius bagi para artis.
Kekhawatiran meningkat setelah penggemar CORTIS, boy grup di bawah naungan Big Hit Music (Hybe), menemukan foto-foto Keonho yang direkayasa AI, seorang member yang lahir pada tahun 2009 dan masih di bawah umur.
Kemudian ada juga Ian dari Hearts2Hearts milik SM Entertainment juga menjadi sasaran suntingan tersebut.
"Beberapa penggemar yang terlalu bersemangat meniru ini dan menjadikannya tren. Inilah mengapa AI seharusnya tidak ada.
Bayangkan hal-hal aneh yang bisa diciptakan orang hanya untuk memuaskan fantasi mereka," pengguna Reddit tersebut memperingatkan.
Banyak Netizen yang setuju, menekankan bahwa kemajuan pesat teknologi AI menimbulkan bahaya yang semakin besar. Komentar-komentar tersebut antara lain:
"Bahkan Gambar hasil editan pun bisa menipu orang. AI jauh lebih canggih. Bidang ini membutuhkan pengawasan hukum yang lebih ketat."
"Kalau saja aku tidak diperingatkan, aku pasti mengira foto-foto ini asli. Mengerikan sekali."
"Berhenti mengedit foto polaroid dengan AI. Kalau mau foto bareng idolamu, pakai Photoshop saja. Jangan menyalahgunakan AI."
Sebelumnya, sebuah akun X bernama Protect Cortis mendesak penggemar untuk berhenti mengobjektifikasi idola, menyebut praktik tersebut tidak sopan dan berbahaya. Pernyataan mereka berbunyi:
"Kami mengingatkan semua penggemar untuk tidak menggunakan AI atau mengedit foto member dengan cara yang bernuansa seksual atau tidak pantas.
Member CORTIS adalah manusia yang pantas dihormati, bukan objek. Mari kita lindungi citra mereka dan jaga lingkungan fandom yang sehat."
Kekhawatiran ini meluas ke luar K-pop. Pada awal 2024, platform media sosial menyebarkan gambar-gambar pornografi deepfake Taylor Swift, menempatkannya dalam skenario seksual selama pertandingan NFL yang menampilkan tunangannya, Travis Kelce.
Para penggemar Swift mengecam gambar-gambar tersebut sebagai bentuk pelecehan seksual dan eksploitasi digital.
Pada Agustus 2024, Korea Selatan mengungkap skandal besar di mana lebih dari 200 idola K-Pop wanita menjadi korban video deepfake pornografi yang didistribusikan melalui jaringan Nth Room Telegram yang terkenal.
Beberapa bulan sebelumnya, polisi telah menangkap lebih dari 100 pria karena memproduksi dan membagikan konten deepfake eksplisit seksual yang melibatkan idola, aktris, streamer, dan bahkan perempuan biasa.
Kekhawatiran fandom K-Pop mencerminkan tuntutan masyarakat yang lebih luas akan perlindungan digital yang lebih kuat.
Seiring dengan semakin mudahnya akses terhadap perangkat AI, penggemar, pakar, dan pembuat undang-undang berpendapat bahwa tanpa regulasi, seksualisasi dan eksploitasi figur publik, bahkan anak di bawah umur, akan semakin meningkat.
Perdebatan ini menyoroti pertanyaan mendesak, di mana masyarakat harus menarik garis antara kreativitas teknologi dan pelanggaran martabat manusia.***
Editor : Irma Nurfajri

