Sengketa Kontrak Berujung ke Pengadilan, NewJeans Tidak Bisa Lakukan Comeback
NewJeans kini tidak bisa melakukan comeback grup karena sengketa kontrak yang berujung ke pengadilan dan belum selesai.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini, NewJeana tidak bisa melakukan Comeback grup karena masih terikat dengan Kontrak ADOR.
Divisi Perjanjian Perdata 41 Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengadakan sesi mediasi kedua antara NewJeans dan ADOR.
Sama seperti upaya pertama bulan lalu, negosiasi gagal tanpa kesepakatan. Kasus ini kini akan disidangkan, dengan putusan diperkirakan akan keluar pada 30 Oktober 2025.
NewJeans telah mengumumkan pemutusan Kontrak eksklusif mereka dengan ADOR pada November tahun lalu.
NewJeans mengungkapkan alasan pelanggaran kepercayaan menyusul pemecatan mantan CEO Min Hee Jin.
Grup tersebut mencoba melakukan aktivitas independen, tetapi ADOR menanggapi dengan gugatan hukum untuk mengonfirmasi keabsahan Kontrak.
Sebuah perintah Pengadilan dikeluarkan, yang secara hukum memblokir NewJeans dari melakukan aktivitas solo di luar Agensi tersebut.
Pihak ADOR berargumen bahwa HYBE telah menginvestasikan 21 miliar KRW (sekitar $15 juta) ke dalam grup dan memberikan dukungan penuh.
Mereka mengklaim gugatan tersebut bukan bermula dari keluhan yang sah, melainkan dari "perubahan hati" para member NewJeans setelah kesuksesan.
Sementara itu, NewJeans bersikeras bahwa fondasi Kontrak mereka telah runtuh, “ADOR yang kami percayai saat kami menandatangani Kontrak sudah tidak ada lagi.”
Perselisihan ini melampaui keabsahan hukum Kontrak, dan masuk ke dalam isu abstrak namun krusial, yaitu apakah “hubungan kepercayaan” telah rusak dan tidak dapat diperbaiki.
Namun, waktu tidak berpihak pada NewJeans. Sejak debut eksplosif mereka di tahun 2022 dengan Attention dan Hype Boy, yang diikuti oleh lagu-lagu hit global seperti Ditto, OMG, Super Shy, dan ETA, grup ini dengan cepat melejit menjadi bintang K-pop.
Namun, seiring konflik yang berlarut-larut, nilai merek dan momentum mereka terancam memudar.
Para pakar industri memperingatkan bahwa gugatan perdata dapat berlangsung bertahun-tahun.
Kekalahan ini dapat membuat NewJeans tidak hanya menghadapi karier yang terhenti, tetapi juga denda yang besar.
Di pasar K-Pop yang bergerak cepat di mana idola baru debut setiap bulan, ketidakaktifan yang berkepanjangan dapat sangat merugikan.
Bagi NewJeans, penyelesaian yang gagal ini berarti tidak ada jalan kembali, putusan Pengadilan adalah satu-satunya jalan ke depan.
Putusan ini bisa menjamin independensi mereka atau mengakibatkan kehancuran finansial dan profesional.***
Editor : Irma Nurfajri

