INILAHKORAN, Bandung - Kepala Badan
pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat Asep Supriatna mengaku tetap optimistis, target
pendapatan asli daerah (PAD) di akhir 2025 ini dapat terealisasi.
Meski Asep tak menampik, ada
potensi target yang diusung berat untuk terealisasi. Mengingat secara nasional, berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per 30 Oktober 2025 lalu, terjadi penurunan
pendapatan dari pajak kendaraan.
Penurunan terbesar secara nasional lanjut Asep, di Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (
BBNKB), termasuk di Jawa Barat.
"Secara nasional itu turun 11 persen. Untuk pajak BPNKB itu turun 39 persen. Ini secara nasional ya dan ke Jawa Barat juga terutama yang pajak BPNKB, kita terkontraksi cukup luar biasa. Lumayan juga," ujar Asep saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 2 Desember 2025.
Penyebabnya kata dia, adalah menurunnya daya beli masyarakat. Terlebih
BBNKB, yang memang mengandalkan pembelian kendaraan baru.
Dia melanjutkan, saat ini pencapaian
Bapenda Jabar dari
BBNKB baru mencapai 73 persen. Dia berharap, waktu tersisa selama Desember ini dapat memenuhi target 100 persen, sebesar Rp3,6 triliun dari
BBNKB.
Belum lagi, APBD 2026 telah ditetapkan Rp30,496 triliun dengan
pendapatan ditargetkan Rp30,115 triliun. Di mana sumber utamanya diharapkan dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan
BBNKB.
"Seperti yang disampaikan Pak Gubernur (Dedi Mulyadi), seperti yang disampaikan Pak Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa), kita harus optimis. Mudah-mudahan kondisi ekonomi kita terus membaik," tandasnya.***