Baru Selesai 2 Gudang, Agro Jabar Maksimalkan PDP di Purwakarta

PT Agro Jabar berupaya memaksimalkan Pusat Distribusi Provinsi (PDP) Jawa Barat di Kabupaten Purwakarta, kendati baru dua gudang utama yang

Baru Selesai 2 Gudang, Agro Jabar Maksimalkan PDP di Purwakarta
PT Agro Jabar akan berupaya memaksimalkan Pusat Distribusi Provinsi (PDP) Jawa Barat di Kabupaten Purwakarta, kendati baru dua gudang utama yang selesai dibangun.

INILAHKORAN, Bandung Demi menjaga stabilitas harga, PT Agro Jabar berupaya memaksimalkan Pusat Distribusi Provinsi (PDP) Jawa Barat di Kabupaten Purwakarta, kendati baru dua gudang utama yang selesai dibangun.

Direktur Agro Jabar Agus Rustandi mengatakan, meski masih banyak yang harus dilengkapi akan kebutuhan dua gudang tersebut. Pihaknya akan tetap mencoba melakukan simulasi, demi menjaga stabilitas harga sesuai salah satu tujuan utama dari adanya PDP.

“Sampai saat ini dari seluruh lahan, sudah dua gudang yang jadi dan dibangun oleh Pemprov. Nanti dari dua gudang ini akan kita coba dimaksimalkan, mulai dari penataan komoditas didalamnya. Rencana nanti akan dipakai untuk simulasi dulu, karena distribusi ini bukan cuma dari gudang tetapi harus menyiapkan banyak hal,” ujarnya kepada INILAHKORAN baru-baru ini.

Baca Juga: Merugikan Konsumen Hingga Rp 24 Miliar, Doni Salmanan Terancam 20 Tahun Penjara

“Kemitraan, lalu tetap harus ada sisi komersil juga terhadap investasi. Namun tetap kembali dari tujuan PDP, yaitu membuat agar harga lebih stabil. Dua gudang ini kita coba jalankan transaksi jual beli dengan komoditas minyak goreng dan beras. Setelah tahap pembangunan dilanjutkan baru komoditas lain, secara paralel sesuai tahap pembangunan yang dilakukan,” sambungnya.

Agus melanjutkan, keterbatasan modal menjadi kendala utama agar PDP bisa selesai dan beroperasi maksimal. Meski demikian, pihaknya bersama Pemprov Jabar sudah memiliki beberapa rencana dalam memenuhi kebutuhan PDP. Salah satunya dengan memaksimalkan West Java Investment Summit pada September mendatang, selain melakukan pembahasan dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), akan rencana bisnis PDP.

“Kita akui kebutuhan modal sangat besar hingga ratusan miliar, sampai PDP ini benar-benar selesai dan beroperasi maksimal. Sekarang prosesnya kita lagi menawarkan business plan PDP ke investor juga. Kita sempat ada pembahasan dengan KNEKS, menjelaskan pengelolaannya yang nanti ditawarkan ke lembaga keuangan syariah. September juga Insyaa Allah kita akan ada West Java Investment Summit, soalnya disana salah satu investasi yang ready to offer,” ucapnya.

Baca Juga: bank bjb Dukung Ekspor Porang ke China, Sejahterakan Petani Melalui Kredit Pola Kemitraan

“Kita berharap ini dapat segera terealisasi, dimana harapannya sampai tahap dua dan kalau melihat progressnya sekarang kemungkinan bisa full semua ada lima tahun lagi. Infrastruktur gudang tahap satu sudah, jalan sudah, sekarang mau pagar di sekitar aset. Tinggal pembangunan gudang tahap selanjutnya,” tambahnya.

Dia menilai, butuh strategi khusus dalam menggaet investor. Apalagi secara Produk Domestik Bruto (PDB), Indonesia berjalan baik ketimbang negara lain yang tengah menghadapi guncangan ekonomi dampak perang Rusia dan Ukraina. Menurutnya, penyampaian informasi menarik akan potensi investasi di Indonesia dapat mendukung meningkatnya jumlah investasi di Indonesia, khususnya bagi PDP Jabar.

“Investasi yang cukup besar dengan kondisi kayak gini memang agak sulit, walaupun secara GDP (Gross Domestic Product) kita naik. Pertumbuhan ekonomi Jabar juga bagus, tetapi memang untuk investasi besar dibutuhkan kajian seperti feasibility study untuk return of investment seperti apa. Makanya kita koordinasi dengan Pemprov mengenai West Java Investment Summit, karena Indonesia sangat menarik dimana sementara negara lain mengalai guncangan geopolitik. Tinggal vokasi, bagaimana men-deliver atau mengemas narasi agar mereka ini tertarik. Contoh, saya lihat berita internasional sampai 100 triliun dolar di Eropa dan Amerika mereka hold karena belum tahu harus investasi dimana. Kalau bisa diarahkan, ini sangat menarik. Apalagi geologi Jabar ini sangat mendukung,” jelasnya.

Baca Juga: Sebagai Grup Baru, NewJeans Sukses Tunjukan Kedigdayaannya di Dunia Musik, Berkuasa di Beberapa Negara

Dia berharap, tujuan dari PDP yakni melakukan stabilisasi stok dan harga komoditas, distribusi komoditas khususnya yang merupakan bahan pokok pangan, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara regional maupun nasional dapat terealisasi seiring dengan pembangunan sarana dan prasarana PDP. Melalui perencanaan bertahap, mulai dari sosialisasi dalam membangun kemitraan, hingga menyiapkan fasilitas penyimpanan berupa cold storage, teknologi pengemasan dan pengawetan agar stok dapat bertahan lebih lama.

“Kembali pada tujuan PDP yaitu untuk menjaga stabilitas harga, distribusi dan kontribusi. Supaya running dulu secara bisnis, kita akan memulai aktifitas PDP dengan mitra eksisting dari Agro Jabar, misal pabrik beras untuk supply stok beras yang akan ditempatkan di PDP. Nanti kedepannya baru akan bermitra dengan para petani, produsen langsung, serta UMKM. Maka dari itu, agar aktivitas PDP ini bisa berjalan optimal, banyak hal harus kita siapkan seperti cold storage, fresh storage dan beberapa komoditas prioritas PDP, Seperti minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, beras dan lain-lain,” tutupnya. (Yuliantono)***


Editor : inilahkoran