Baru Terungkap, Inilah Harga Tiket untuk Menyaksikan Lisa BLACKPINK di Crazy Horse 2 Tahun lalu

Ternyata harga tiket untuk menonton pertunjukan Lisa BLACKPINK di Crazy Horse sebesar Rp4,7 juta.

Baru Terungkap, Inilah Harga Tiket untuk Menyaksikan Lisa BLACKPINK di Crazy Horse 2 Tahun lalu
Lisa BLACKPINK saat di Crazy Horse.

INILAHKORAN, Bandung - 2 tahun lalu, Lisa BLACKPINK dihantui Kontroversi setelah dirinya memilih Tampil di Crazy Horse.

Untuk pertama kalinya, kisah terperinci di balik panggung Lisa BLACKPINK dan Pertunjukan striptisnya di Crazy Horse Paris yang ikonik telah diungkapkan ke publik, yang memicu kembali daya tarik global dan Kontroversi.

Direktur kreatif Andrée Deissenberg muncul di podcast TheBoldWay untuk membahas partisipasi Lisa BLACKPINK dalam kabaret provokatif tersebut dua tahun lalu.

Menurut Deissenberg, Lisa BLACKPINK telah lama menjadi penonton setia Crazy Horse, menunjukkan minat yang mendalam pada Pertunjukan striptisnya yang artistik.

Apa yang berawal dari kekaguman pribadi segera berkembang menjadi kolaborasi profesional antara Lisa BLACKPINK dengan Crazy Horse.

Setelah diskusi langsung antara kedua tim, Lisa BLACKPINK berkomitmen untuk Tampil dalam lima Pertunjukan penuh, bukan hanya sebagai cameo, tetapi sebagai penari burlesque sejati.

Lisa BLACKPINK Tampil dari 28 hingga 30 September 2023, dalam lima Pertunjukan yang tiketnya terjual habis, masing-masing hanya dihadiri 250 tamu.

Lisa BLACKPINK membawakan beberapa penampilan dari jajaran artis kabaret tradisional, termasuk lagu solo ikonis 'But I Am a Good Girl'.

Keikutsertaannya menandai pertama kalinya seorang idola K-Pop papan atas Tampil di panggung Crazy Horse dengan cara yang begitu berani dan terbuka. Hal ini menggemparkan dunia hiburan dan fandom K-Pop.

Deissenberg mengungkapkan bahwa tiket untuk menonton striptis Lisa BLACKPINK dihargai €250 atau Rp4,7 juta, dengan penonton yang beragam, mulai dari penggemar muda yang penasaran hingga orang-orang super kaya yang datang dengan jet pribadi.

Meskipun acaranya tidak dipromosikan secara besar-besaran, satu Instagram Story dari Lisa BLACKPINK sudah cukup untuk menggemparkan media global.
Kelima Pertunjukan terjual habis hanya dalam 15 detik.

Setelah penampilan Lisa BLACKPINKCrazy Horse mengalami peningkatan pengunjung internasional sebesar 5%, terutama dari Asia, yang menunjukkan daya tariknya sebagai bintang yang tak terbantahkan.

Deissenberg kemudian menggambarkan Lisa BLACKPINK sebagai "gadis panggung sejati", dengan mengatakan, "Saya baru bertemu tiga penampil dengan tingkat kehadiran dan disiplin seperti itu, Lisa BLACKPINK, Beyoncé, dan Michael Jackson."

"Saya berkesempatan menyaksikan ketiganya beraksi, dan itu benar-benar berbeda kelas. Lisa adalah mesin Pertunjukan yang melampaui ekspektasi," tambahnya.

Untuk mempersiapkan panggung, Lisa BLACKPINK berlatih selama sembilan jam sehari selama tiga hari untuk tiga rutinitas terpisah yang biasanya membutuhkan waktu seminggu penuh bagi penari profesional hanya untuk satu adegan.

Lisa BLACKPINK tidak hanya menghafal gerakan, tetapi juga menyesuaikan dan mempersonalisasikannya. Kostumnya juga disesuaikan dengan bentuk tubuh dan gaya penampilannya.

Meskipun Deissenberg mengonfirmasi bahwa Lisa BLACKPINK menerima kompensasi atas pertunjukannya, dia menekankan nilai simbolisnya di atas keuntungan finansial.

"Lisa menghasilkan jauh lebih banyak uang dari usaha lain. Ini tentang ekspresi artistik," ujarnya.

Pengungkapan ini kembali memicu polarisasi wacana daring. Bagi banyak orang, penampilan Lisa BLACKPINK di Crazy Horse tetap menjadi momen yang menentukan karier dan memecah belah.

Seiring BLACKPINK memulai tur dunia terbaru mereka 'DEADLINE', Lisa BLACKPINK terus mendominasi berita utama, dengan penggemar dan kritikus sama-sama mengkritik pilihan panggungnya yang berani dan pakaiannya yang terbuka.

Penonton Barat sebagian besar menyambut transformasinya, menganggapnya sebagai pendefinisian ulang yang berani terhadap citra K-Pop.

Namun, di Asia, terutama Tiongkok dan Korea Selatan, responsnya sangat berbeda. Sebagian besar penggemar menjauhi Lisa BLACKPINK, karena menari telanjang di atas panggung masih tabu di banyak masyarakat Asia.

Di Tiongkok, merek-merek besar meninggalkannya, pusat penggemar ditutup, dan Lisa BLACKPINK bahkan menghadapi periode "daftar hitam" de facto.

Selebritas seperti Angelababy dan Jenny Zhang, yang menghadiri Pertunjukan Crazy Horse-nya, juga dilarang Tampil untuk sementara waktu.

Di Korea, Lisa BLACKPINK terus menghadapi prasangka yang mengakar. Namanya dan Crazy Horse sering disinggung oleh para kritikus yang menganggap aksinya tidak sesuai dengan persona idola K-Pop tradisional.

Bagi sebagian orang, Crazy Horse bukan sekadar panggung, melainkan tonggak kontroversial yang membentuk kembali karier solo Lisa BLACKPINK dan menjadi sumber perselisihan yang berkelanjutan di Asia.

Pada akhirnya, pengalaman Lisa BLACKPINK di Crazy Horse menimbulkan pertanyaan yang provokatif.

Sejauh mana seorang idola global harus melangkah untuk mendobrak batasan dan berapa biayanya.***


Editor : Irma Nurfajri