Basarnas Tanggapi Video Viral Warga Mengamuk saar Evakuasi Bencana di Sumatera
Basarnas menanggapi viralnya video warga mengamuk saat evakuasi korban bencana di Sumatera.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) angkat bicara terkait video viral seorang ibu yang memprotes tim SAR saat proses evakuasi korban banjir.
Dalam video tersebut, warga menilai petugas hanya mondar-mandir tanpa memberikan tindakan nyata.
Menanggapi hal itu, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menegaskan bahwa seluruh personel SAR bekerja mengikuti standar operasional prosedur (SOP), terutama dalam penanganan bencana yang melibatkan banyak korban.
“Kami memiliki prioritas khusus dalam proses evakuasi, terutama untuk kelompok rentan seperti ibu-ibu, anak-anak, dan bayi,” jelas Edy.
Menurutnya, tidak semua masyarakat memahami pola kerja tim SAR yang terlihat lalu-lalang di lokasi bencana. Meski terlihat seperti sekadar wira-wiri, pada kenyataannya mereka sedang menjalankan tugas sesuai prioritas evakuasi.
Edy mengatakan bahwa reaksi emosional dari warga merupakan hal yang dapat dimaklumi dalam situasi genting. Tekanan psikologis dan rasa panik membuat banyak orang sulit berpikir jernih ketika sedang menghadapi ancaman.
“Dalam kondisi seperti itu, orang fokus pada bagaimana menyelamatkan diri dan keluarganya. Jadi kami memahami jika muncul protes,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya kerap mendapat tekanan dari keluarga korban yang belum ditemukan. Namun Basarnas tetap harus mengikuti SOP demi menjaga keselamatan personel.
“Kami punya batasan operasi, misalnya saat malam hari. Kalau tetap dipaksa mencari dalam kondisi tidak aman, justru bisa membahayakan tim,” ujarnya.
Meski begitu, Basarnas tetap melakukan pemantauan aktif di titik-titik rawan, termasuk bekerja sama dengan warga sekitar untuk mengawasi kemungkinan adanya korban yang terbawa arus ke lokasi lain.
Sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan seorang perempuan memprotes keras tim Basarnas karena menilai respons mereka terhadap warga yang sakit terkesan lambat. Ketegangan sempat terjadi di lokasi banjir ketika warga meminta evakuasi dilakukan secepat mungkin.
Edy berharap masyarakat dapat memahami bahwa setiap tindakan di lapangan sudah mempertimbangkan keselamatan korban dan personel, serta mengikuti prosedur resmi yang telah ditetapkan.
Editor : Firda Rachmawati

