Siaga Idulfitri, Basarnas dan BPBD Gelar Simulasi Evakuasi Udara di Situ Gede

Basarnas bersama BPBD Kota Bogor melaksanakan simulasi evakuasi udara. Kegiatan di Situ Gede, itu merupakan bagian kesiapsiagaan personel jelang Idulfitri.

Siaga Idulfitri, Basarnas dan BPBD Gelar Simulasi Evakuasi Udara di Situ Gede
Pantauan INILAHKORAN di lokasi, simulasi evakuasi udara di Situ Gede itu menggunakan helikopter milik Basarnas dan dua perahu karet bermesin. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Basarnas bersama BPBD Kota Bogor melaksanakan simulasi evakuasi udara. Kegiatan di Situ Gede itu merupakan bagian dari upaya melatih kesiapsiagaan personel jelang Idulfitri 1447 H. 

Pantauan INILAHKORAN di lokasi, simulasi evakuasi udara di Situ Gede itu menggunakan helikopter milik Basarnas dan dua perahu karet bermesin. 

Kegiatan dihadiri Direktur Bina Tenaga Basarnas Marsma TNI Tarjoni, Danlanud Atang Sendjaja Marsma TNI AF Picaulima, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko PS.

Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari memaparkan, latihan di Situ Gede itu bertujuan mempersiapkan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian saat masa mudik dan libur Idulfitri 1447 H.

"Ya, jadi hari ini dalam rangka kami mempersiapkan diri menerapkan siaga Idulfitri 2026. Kami mengadakan simulasi evakuasi udara dengan menggunakan helikopter, seolah-olah kejadian terjadi di atas air seperti di sungai, laut maupun danau," papar Desiana, Rabu 10 Maret 2026. 

Desiana menjelaskan, dalam skenario latihan terdapat tiga korban yang harus segera dievakuasi karena berada dalam kondisi kritis.

"Korban yang perlu dilakukan evakuasi segera karena keadaannya kritis. Kami harus menggunakan helikopter supaya cepat untuk ditangani langkah selanjutnya," jelasnya.

Desiana menerangkan, dari tiga korban tersebut, dua orang dievakuasi menggunakan helikopter, sementara satu korban lainnya dievakuasi menggunakan perahu karet. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan teknik water rescue serta metode rappelling dari helikopter atau heli rescue.

"Metode ini dinilai cukup efektif berdasarkan pengalaman tim SAR dalam operasi penyelamatan sebelumnya. Pengalaman kami ada medevac di kapal, sering ada permintaan evakuasi misalnya ABK yang mengalami serangan jantung, kemudian dilakukan evakuasi menggunakan helikopter," terangnya.


Editor : Doni Ramdhani